Archive for puisi

Muhasabah

Posted in Uncategorized with tags , , on January 24, 2012 by lakso


Ada umur panjang terbentang,
dari tangisan lahir kecil hingga tarikan nafas terakhir.
Sungguh tiada sanggup kami membayang,
berapa banyak dosa dan cela yang telah terukir.

Ada sajadah amal panjang terpampang,
dari kaki buaian sampai ke belaian liang lahat.
Sungguh tiada mampu kami menimbang,
berapa banyak amal ikhlas nan taat.

Bilamana malam telah menjemput bulan,
terangnya siang tertangkup gelapnya malam
dan teriknya sinar surya terganti cahaya bulan temaram.
Andai hisab telah menuntut setiap amal,
tiada lagi hati sanggup berdusta
sunyi lisan penyanggah diam terbungkam
kaki dan tangan memutar amal yang terekam.

Ya Rabbi …
jauh sudah langkah kaki kami
lewati jutaan detik ribuan hari tak kembali
Illahi …
ampuni kami yang gontai dengan dosa mewarnai
tuntun kami di sisa denyut nadi

Rabb…
kelak saat apa yang kami banggakan tinggal jadi cerita,
kelak ketika kerabat sahabat pergi bersisa sunyi,
kelak saat waktu pertemuan denga-Mu telah tiba,
Ijinkan kami ya Rabb..
agar diri ini tersenyum bahagia di akhir masa,
agar amal terbaik kami lebih banyak berbicara,
agar kami merasakan nikmat surga

Amin ya rabbal alamiin..

Iizuka, 12 Januari 2012 – 23.00 JST

Advertisements

Subuh

Posted in Reminder with tags , on September 3, 2010 by lakso

Hei kawan cobalah dengar perlahan…
Ya.., dapatkah kalian mendengar apa yang sedang aku dengar?
Pemilik alam semesta sedang menyapa
lewat adzan subuh yang berkumandang syahdu
membangunkan jiwa-jiwa yang sedang terlelap di bawah kelambu

Ayolah kawan..,
Segeralah beranjak dari tempat tidurmu,
hapus kantukmu,
basuh dirimu dengan air wudhu.
Tidakkah kau tergerak dengan tawaran-Nya?
Dua raka’at sholat sunnah sebelum shubuh saja
nilainya lebih baik daripada dunia dan seisinya,
itu yang disampaikan Rasul-Nya.
Bisa kau bayangkan kawan ..
betapa besar sholat shubuh dinilai-Nya
ah.. tak usahlah kita berhitung dengan-Nya
karena memang tak akan mampu kita berhitung dengan-Nya

Ayolah kawan..
segeralah bersiap dan bergegaslah ke masjid
Meski dingin masih akrab dan fajar masih mengintip
Jangan malas untuk mengejar berjama’ah di masjid
Ah kawan…
Andai kau tahu betapa rindu diri ini dengan kalian
Rindu dengan adzan yang secara langsung dapat kalian dengar
Rindu dengan masjid yang dapat kalian datangi
Rindu dengan sholat berjama’ah dengan shaf berderet-deret yang dapat kalian ikuti
Di sini ..
Tiada adzan selain dari piranti lunak
Tiada masjid selain sebuah ruang kecil di lab
Tiada jama’ah selain dua atau tiga orang saja
Semoga Alloh masih memberi diri ini usia
Untuk dapat melepas rindu dengan kalian

Cobalah dengar sekali lagi kawan
Adzan subuh telah habis berkumandang
Lalu kenapa engkau masih terpaku di sini?

Kitami – 030910 – 03.11 JST