Archive for the Share it Category

Catatan Idul Fitri 1431H

Posted in Opinion, Share it with tags , , , , , , on September 9, 2010 by lakso

Satu-satunya momen dengan mobilisasi massa terbesar di Indonesia sudah berlangsung sejak kurang lebih tujuh hari yang lalu dan akan berakhir tujuh hari kemudian. Momen tahunan yang mengalahkan panasnya intrik Pemilu lima tahunan atau euforia empat tahunan Piala Dunia, yap momen itu bernama ‘mudik’. Ribuan orang dari berbagai daerah rela merogoh koceknya dalam-dalam dan bahkan banyak juga yang harus rela berpanas-panas serta menghirup karbon monoksida selama berjam-jam di atas jalanan, atau berdesak-desakan di dalam alat transportasi publik. Mereka semua punya satu tujuan : kembali ke kampung halamannya masing-masing untuk bersilaturahim dengan sanak saudaranya.

Saya pun sempat menjadi bagian dari momen tahunan ini, tepatnya empat tahun yang lalu selama empat tahun. Continue reading

Advertisements

Do’a dari Ibunda

Posted in Share it with tags on May 30, 2009 by lakso

Setiap seminggu sekali atau dua minggu sekali biasanya saya menelpon ibu dan kakak-kakak saya di Indonesia. Lewat menelpon atau mengirim email kepada mereka inilah ikhtiar untuk menjaga silaturahim yang dapat saya lakukan ketika saya berada di perantauan. Biasanya saya menelpon Ibu terlebih dahulu sebelum menelpon kakak-kakak saya. Ketika menelpon Ibu, saya merasakan ada perubahan dalam diri beliau semenjak beliau memutuskan untuk mengenakan jilbab tahun lalu dan kembali belajar mengaji Al-Qur’an.

Seusai membuka dengan salam, Ibu selalu mendahului menanyakan kabar saya. Dan ketika saya selesai mengabarkan kondisi saya, tanpa saya tanya atau minta lebih dahulu, Ibu akan melaporkan perkembangan pelajaran mengajinya dengan semangat. Contohnya malam ini, Ibu memberikan laporan bahwa beliau sudah mengaji sampai pertengahan juz 20 dan beliau menargetkan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an sebelum bulan Ramadhan tiba. Beliau ingin saat bulan Ramadhan tahun ini tiba, beliau bisa memulai pelajaran baru yaitu mengkaji tafsir Al-Qur’an. Ah..bahagia sekali menyaksikan semangat Ibu yang menggebu-gebu dalam belajar Al-Qur’an. Perubahan juga saya rasakan dari pola pikir dan sikap beliau dalam menghadapi permasalahan. Kalau saya bandingkan dengan kondisi sebelum mengaji, kini beliau lebih tenang dan tawakal dalam menghadapi setiap permasalahan. Alhamdulillah…

Di akhir percakapan saya dengan Ibu, juga tampak perubahan. Kini beliau selalu menutup dengan serangkaian harapan dan doa yang ditujukan untuk saya. Hhh..ini yang kadang membuat saya merasa senang dan bersalah. Senang karena didoakan oleh orang tua, tentu kita masih ingat ridho Allah ada pada ridho orang tua. Merasa bersalah jika selama ini saya kurang giat dalam berikhtiar, saya merasa seakan-akan mengingkari doanya. Tapi hal ini juga yang akan melecut saya untuk berusaha lebih baik.

Terima kasih Ya Allah..Engkau telah melembutkan hati Ibuku. Limpahkanlah rahmat dan hidayah-Mu untuk diri ini sekeluarga.

Selamatkan Sholat Shubuh Kami

Posted in Share it with tags , on March 17, 2009 by lakso

sholat_jamaah_pakarfisika

Seperti yang pernah saya sampaikan di tulisan saya sebelumnya, salah satu kekhawatiran terbesar saya sebelum berangkat ke Jepang adalah  khawatir akan kehilangan kebiasaan shalat berjamaah di masjid. Saya pikir, bagi setiap muslim yang pergi merantau ke negeri yang mayoritas penduduknya non-muslim,  seharusnya mengalami kekhawatiran yang sama, at least khawatir tentang susahnya melaksanakan ibadah sholat 5 waktu. Kekhawatiran yang saya maksud di sini dapat dikarenakan reaksi lingkungan yang masih menganggap asing terhadap ibadah wajib setiap muslim ini, keluangan waktu untuk menunaikan ibadah ini, atau karena minimnya (bahkan mungkin tidak ada) masjid. Continue reading

Sensei’s Quotes

Posted in Share it on February 28, 2009 by lakso

sensei

Ok, berikut ini beberapa quote dari sensei saya, Continue reading

The (Buried) Emerald of Equator

Posted in Share it with tags , , on December 12, 2008 by lakso

Kemarin malam saya baru saja menjalankan amanah sebagai duta bangsa. Duta bangsa?? Hehe… sebenarnya ini hanya istilah dari saya sendiri. Jadi ceritanya sekitar tiga minggu lalu, pegawai TU KyuTech, Kobayashi-san, mengumumkan kepada seluruh mahasiswa asing yang ada di KyuTech Iizuka Campus bahwa tanggal 10 Desember 2008 ini akan ada pesta (saya lebih suka menyebutnya sebagai gathering party) seluruh mahasiswa asing dari tiga kampus KyuTech. Kobayashi-san juga mengumumkan bahwa mencari dua orang mahasiswa asing untuk memperkenalkan negaranya masing-masing saat gathering party nanti. Awalnya saya tidak terlalu tertarik untuk menanggapi permintaan ini, tapi seminggu kemudian ketika Kobayashi-san menawarkan langsung kepada saya, entah kenapa saya mengiyakan tawaran itu.

Continue reading

FaceYourManga : Manga-nized your face

Posted in Share it with tags , , , on December 3, 2008 by lakso

Beberapa waktu terakhir saya amati beberapa avatar YahooMessenger (YM) teman-teman saya berubah. Gambar avatarnya lebih lucu dan lebih merepresentasikan wajah aslinya. Setelah googling beberapa saat, akhirnya ketemu juga website yang membuat avatar tersebut. Yap, kalian bisa buka di faceyourmanga.com.

Cara membuat avatarnya sangat mudah, tinggal mix and match semau kita. Pernak-pernik gambar wajahnya lumayan banyak dan gambarnya juga lucu-lucu. Dan satu lagi, kita tidak perlu membayar untuk membuat avatar ini alias gratis! (web ini juga menyediakan layanan berbayar jika kita ingin mencetak avatar kita di kertas dengan ukuran yang lebih besar). So, lets manga-nized your face!

Berikut ini beberapa snapshot dari web faceyourmanga :

createyourmanga1 createyourmanga1_1 createyourmanga2 createyourmanga3

NB : You can see my new manga-face in the right side of my blog’s home page.

Tentang guru

Posted in Opinion, Share it with tags , , on November 29, 2008 by lakso

Tanggal 25 November lalu, di Indonesia diperingati hari guru. Siapakah orang yang menurut kalian pantas di sebut guru? Di mata saya, seorang guru tidaklah harus seseorang yang mengenyam pendidikan tinggi dengan gelar yang panjang menyertai nama dibelakangnya. Seorang guru menurut saya juga bukan hanya terbatas bagi orang-orang yang mengajar kita di ruang-ruang kelas atau kampus. Bagi orang jepang, seseorang disebut guru (先生-sensei) bila orang tersebut pernah mengajarkan sesuatu kepada kita. Saya sendiri lebih cenderung untuk mengambil definisi ‘guru’  seperti ini. Tentunya dengan pengertian guru seperti ini, sudah banyak guru yang pernah mengajari kita banyak hal hingga saat ini, baik itu dalam jalur pendidikan formal maupun non-formal, di ruang kuliah atau dalam kehidupan. Dari sekian banyak guru itu, ada beberapa guru yang menurut saya spesial. Spesial yang saya maksud di sini karena mereka mengajarkan hal-hal yang fundamental ataupun memberi inspirasi kepada saya.

Salah satu sosok guru yang hingga saat ini masih sering saya pikirkan adalah guru yang mengajarkan saya cara membaca Al-Quran. Saya tidak ingat dengan pasti sejak usia berapa saya mulai belajar mengaji (yang jelas saat saya masih di SD), yang saya ingat orang tua saya mendatangkan guru mengaji ke rumah untuk mengajari saya dan tiga orang kakak saya. Guru mengaji saya yang pertama bernama Pak Doni yang berasal dari Cirebon (saya ingat asal daerah beliau karena di barang-barang milik beliau, seperti payung atau buku, selalu ada tulisan ‘Doni – Cirebon’). Sebenarnya sebutan ‘Pak’ untuk Pak Doni kurang tepat karena beliau masih sangat muda saat mengajar kami. Pak Doni selalu berpenampilan rapi (penampilan default-nya berkemeja lengan panjang, mengenakan celana kain plus peci hitam), murah senyum, serta selalu datang tepat waktu. Dulu ketika waktu mengaji tiba, seringkali saya masih bermain diluar rumah atau masih asyik menonton kartun kesukaan atau acara TV favorit lainnya, sehingga ayah saya masih harus memanggil-manggil saya untuk segera bergegas berangkat mengaji.

ngaji Continue reading