Tentang Salah

Kesalahan itu ibarat paku yang tertancap di tembok. Meskipun paku itu sudah dicabut, tetap akan meninggalkan lubang di tembok. Bekas lubang inilah yang seharusnya senantiasa menjadi pengingat bagi kita untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Robbana dzolamna anfusana wa illam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khoosiriin

(Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni diri kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi – 7:23  )


One Response to “Tentang Salah”

  1. Budi Cahyono Says:

    Hi Salam kenal, nama saya Budi dan sedang mencari blog2 yang memakai tema Black Letterhead sebagai teman🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: