Tanpa Judul (1)

Pagi ini salah seorang teman saya minta tolong kepada saya untuk mencarikan informasi tentang beasiswa program master teknik elektro di ITB  bagi mahasiswa asing, karena salah satu teman asingnya yang berasal dari Brazil tertarik untuk melanjutkan sekolah S2 di ITB. Hmm..awalnya saya sempat heran, mengapa seorang dari Brazil tertarik untuk jauh-jauh melanjutkan studinya di Indonesia. Bukan bermaksud untuk merendahkan kualitas ITB, tapi menurut saya orang Brazil ini tentunya akan lebih mudah menemukan perguruan tinggi dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik di Amerika Serikat yang lokasinya lebih dekat dari Brazil. Tapi ternyata alasannya tidak sesederhana yang saya bayangkan sebelumnya.

Teman saya menjelaskan bahwa ternyata teman Brazilnya ini sangat menyukai orang-orang Indonesia. Tidak hanya tertarik untuk melanjutkan studi di Indonesia, teman Brazilnya ini juga berniat untuk pindah kewarganegaraan. Wow..! Keterkejutan saya tidak berhenti di sini, teman saya bercerita lebih jauh lagi kalau teman Brazilnya ini juga sangat tertarik dengan Islam dan berniat untuk berpindah agama, sebagai bentuk keseriusannya mulai bulan Ramadhan ini teman Brazilnya akan berlatih menjalankan ibadah puasa. … subhanallah…

Cerita lainnya datang dari salah seorang kenalan saya di Jepang. Namanya Shibata Kazuki, seorang pria tua berusia lebih dari 60 tahun, pemilik sebuah perusahaan konstruksi di Iizuka, kota tempat saya tinggal. Saya bertemu dengan Pak Shibata pertama kali di sebuah festival di Iizuka. Saat itu saya sedang membantu berjualan molen di stand Indonesia dan Pak Shibata adalah salah satu pembelinya. Seusai membeli pisang molen saya sempat mengobrol dengan Pak Shibata. Dari hasil obrolan ini saya tahu bahwa sekitar 30 tahun lalu Pak Shibata mempunya seorang sahabat karib asal Indonesia yang sudah ia anggap seperti keluarga sendiri. Namun sayangnya sejak kematian sahabatnya itu, ia kehilangan kontak dengan keluarga sahabatnya. Singkat cerita, sejak pertemuan itu saya menjadi berteman dengan Pak Shibata dan beberapa kali berkunjung ke rumahnya atau pergi keluar bersama-sama.

Suatu kali, dalam perjalanan pulang dari kegiatan menjadi relawan di sebuah sekolah dasar di Iizuka, Pak Shibata bercerita kepada saya tentang kenangannya saat menginap di rumah sahabatnya di Padang, Sumatera Barat. Salah satu yang ia ingat adalah tentang adzan. Ia suka mendengarkan suara adzan dan merasa tenang tiap kali mendengarnya, meski belum mengerti artinya. Saya tertegun dan dalam hati hanya bisa berdoa semoga Pak Shibata mendapatkan hidayah di usianya yang telah senja. Ke depannya saya jadi bertekad untuk lebih mengenalkan Islam kepada Pak Shibata.

Pak Shibata ketika mengenakan baju batik hadiah dari saya. Beliau senang sekali mendapat hadiah baju batik

Pak Shibata ketika mengenakan baju batik. Beliau senang sekali mendapat hadiah baju batik

Masih banyak cerita-cerita dan momen-momen khusus tentang teman-teman Jepang saya yang bertopik Indonesia dan Islam. Senang dan terharu rasanya setiap kali saya bertemu dengan orang asing yang suka dengan Indonesia, atau bahkan tertarik dengan Islam. Semakin bersyukur karena diri ini mendapat nikmat iman dan Islam. Terima kasih Ya Allah ..

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Q.S. Al-Hujuraat : 13).

5 Responses to “Tanpa Judul (1)”

  1. subhanallah.. emang hidayah ada di mana-mana.. meski terkadang susah pula mendapatkannya.. btw, ngobrol dg Pak Shibata nya dalam bahasa Jepang so? wah udah jago dia..
    banyak2 share cerita bro,, saya yakin banyak yang inspiratif..

  2. Terlepas dari segala ketidakidealannya, tiap orang asing yang pernah ketemu di sepur ato di manapun,mereka bilang Indonesia adalah negeri yg loveable.. Nah,,harus bnyk belajar bwt menjelaskan tentang islam dalam bhs asing,suka blibet sendiri..

  3. Subhanallah.. indah

  4. nice story…

    hmmm, liat batik nya Pak Shibata, teringat Batik yg akhirnya jadi idola di negeri sendiri justru setelah diklaim Malaysia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: