Together We Make a Change !

logo-baru

Bersyukurlah jika hingga saat ini kita masih bisa dengan bebas menentukan pilihan masa depan kita.

Bersyukurlah jika hingga saat ini kita masih atau telah mengenyam pendidikan yang tinggi.

Akhir pekan ini sangat menyenangkan. Setelah tertunda selama seminggu, akhirnya essay yang dibuat oleh siswa-siswi SMAN 7 Batam saya terima. Yap, essay yang mereka buat sebagai bagian dari proses seleksi Beasiswa EL’03. Apa itu Beasiswa EL’03 ? Baiklah, saya akan berbagi dengan kalian tentang awal mulanya program Beasiswa EL’03.

Sudah terlalu sering saya membaca atau mendengar cerita sedih tentang pendidkan di Indonesia. Mulai cerita anak-anak Indonesia yang dipaksa oleh keadaan untuk memupus cita-citanya dan berhenti sekolah, gedung sekolah yang dibiarkan dalam kondisi yang memprihatinkan selama bertahun-tahun tanpa ada perhatian dari pemerintah setempat,  tentang keserakahan oknum-oknum yang mengkorupsi dana pendidikan, dan masih banyak cerita sedih lainnya. Marah, sedih, geram, semua bercampur menjadi satu. Cerita suram ini harus diakhiri! Tapi bagaimana caranya? Menunggu menjadi kaya dulu kemudian mendirikan sekolah gratis? Ah terlalu lama! Siapa yang menjamin saya masih diberikan umur panjang oleh-Nya dan memiliki rizki yang berlimpah di masa yang akan datang?

Hingga akhirnya pencerahan itu datang. Suatu hari di bulan Desember 2008, saya menerima email dari salah satu rekan EL’99 di mailing list alumni EL yang berisi buletin angkatan EL’99. Mata saya berbinar ketika membaca buletin ini. Ini dia solusinya! Angkatan EL’99 memiliki program beasiswa angkatan yang telah berhasil membantu membiayai siswa-siswa di SMA Babakan Cirebon. Yatta! Langsung terpikir dalam benak saya untuk membuat program angkatan yang serupa di angkatan saya.

Saya teliti lagi konsep yang sudah dijalankan oleh EL’99, hmm …ternyata tidak sulit kok dan sederhana sekali! Lalu saya hitung berapa potensi dana yang dapat dikumpulkan dari rekan-rekan satu angkatan saya dalam setahun. Berikut ini perhitungan sederhananya : Jika ada 170 orang di angkatan saya, dan tiap bulannya setiap orang menyisihkan 50 ribu rupiah, maka … wow! Potensi dana yang terkumpul bisa mencapai 102 juta rupiah!!  Sekarang berapa sih potensi jumlah siswa yang bisa dibantu dalam setahun? Jika biaya SPP per bulan setiap siswa adalah 50 ribu, maka dari potensi dana yang terkumpul tadi potensi siswa yang dapat dibantu adalah 170 orang siswa ! Wow..! Saya makin bersemangat untuk merealisasikannya dan yakin program beasiswa ini bisa direalisasikan.

Langkah berikutnya adalah bagaimana meyakinkan rekan-rekan satu angkatan. Dengan karakter angkatan yang terdiri atas orang-orang yang berpendidikan (paling tidak S1) dan kritis, maka saya berpendapat bahwa angkatan saya tidak bisa hanya sekedar diajak saja. Akhirnya saya memutuskan melakukan pendekatan secara rasional. Saya menawarkan konsep program beasiswa EL’03 ini dalam bentuk Q & A (Question & Answer), yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul di benak rekan-rekan saya. Konsep ini saya kirimkan ke mailing list angkatan. Saya yakin bahwa untuk memulai program ini, yang harus segera dimulai adalah pengumpulan dananya, masalah konsep penyaluran beasiswa dapat dibahas sambil lalu.  Selain itu, saya juga melobi beberapa pentolan di angkatan saya untuk berdiskusi lebih intens dan mengumpulkan dukungan. Alhamdulillah, setelah melobi-lobi rekan-rekan seangkatan dan berdiskusi di milis angkatan, sebagian besar rekan-rekan seangkatan mendukung program ini dan akhirnya segera dibuat rekening Beasiswa EL’03 (thanks to Ade & Sa).

Sejak saya terpikir untuk membuat program Beasiswa EL’03 ini, saya sadar bahwa kendala yang paling mungkin muncul adalah bagaimana mengkoordinasikan rekan-rekan seangkatan. Saya sadar, bahwa di saat inisiasi program beasiswa EL’03 nanti atau bahkan tidak hanya saat inisiasi,  saya tidak akan langsung mendapatkan bantuan suka rela dari rekan-rekan saya, artinya saya harus menghandle semuanya sendirian. Well, saya sudah siap untuk itu, saya siap menjadi orang terakhir yang memastikan bahwa program EL’03 ini berjalan…demi memupus cerita sedih yang telah saya sebutkan di awal.

Dan dimulailah aksi hyperthreading. Di sela-sela kesibukan kuliah, riset, dan kerja part-time, saya menyempatkan untuk mengurus program Beasiswa EL’03. Menyenangkan! Saya menikmati sekali menyiapkan program beasiswa ini, meski hal ini menyedot konsentrasi dan waktu saya. Mulai dari membuat printilan-printilan (baca perangkat, aksesoris) program beasiswa seperti logo, blog, dan akun facebook hingga mengelola diskusi-diskusi lewat milis atau YahooMessenger. Hal-hal teknis terkait penyaluran beasiswa dan masalah-masalah teknis lainnya yang sebelumnya masih buram, sedikit demi sedikit mulai tercerahkan lewat diskusi-diskusi yang dilakukan. Kekhawatiran untuk susah menemukan penerima beasiswa yang tepat juga dapat terpecahkan setelah salah satu rekan di angkatan saya merekomendasikan untuk membantu SMA di daerahnya yang mayoritas berasal dari keluarga nelayan tradisional (thanks to Kiki).

Alhamdulillah, sedikit demi sedikit dana mulai terkumpul dan rekan-rekan satu angkatan mulai aware akan isu Beasiswa EL’03 ini. Perkiraan awal saya, butuh waktu paling tidak 1 tahun untuk siap mencairkan dan menyerahkan dana beasiswa kepada siswa yang berhak. Tapi, ternyata hal ini di luar perkiraan saya. Alhamdulillah di bulan ketiga berjalannya program beasiswa ini, kami dapat mencairkan dan menyerahkan dana Beasiswa EL’03. I’m really excited! Yosh..!!

Edisi perdana pencairan dana Beasiswa EL’03 akan diserahkan kepada 10 orang siswa-siswi SMAN 7 Batam, pada tanggal 14 Maret 2009 nanti. Total dana yang akan dicairkan adalah 7,2 juta rupiah yang merupakan biaya untuk melunasi SPP 10 orang siswa selama setahun. Seleksi siswa-siswi ini tidak hanya ditentukan dari data ekonomi dan akademik saja, tetapi juga faktor kesungguhan dan keseriusan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Faktor kesungguhan siswa kami tentukan dari essay yang harus mereka buat. Tema essay untuk seleksi ini adalah “Setelah Aku Lulus SMA, Aku Ingin…”. Kalau kalian punya waktu luang, coba saja mampir ke blog Beasiswa EL’03 dan ikut serta memberikan penilaian dan komentar. Menyenangkan membaca essay-essay mereka. Kadang lucu, karena ada beberapa kesalahan tata kalimat, ejaan, pemilihan kata, atau gaya berceritanya yang unik, tapi juga kadang ikut prihatin mengetahui kondisi mereka. Ada banyak harapan dan cita-cita yang mereka tuliskan (sayang, belum ada yang bercita-cita menjadi engineer.. mungkin karena faktor lingkungan, mereka tidak menemukan figur engineer).  Ah, sayang sekali saya tidak bisa bertemu langsung dengan mereka. Sungguh ingin rasanya diri ini menatap wajah-wajah mereka, melihat senyum mereka, merasakan semangat mereka, berbincang dengan mereka untuk berbagai..ah, semoga di lain waktu hal ini bisa terwujud.

Anyway, seperti yang telah saya tuliskan di bagian prolog tulisan ini, saya bersyukur 2 hal dari tulisan-tulisan mereka. Bersyukur karena saya masih memiliki kebebasan untuk mengukir masa depan saya tanpa dibatasi faktor keadaan seperti mereka. Dan bersyukur karena saya masih memperoleh kesempatan untuk masih dapat mengenyam pendidikan yang tinggi hingga saat ini. Yang jelas ini semakin memperkuat tekad saya bahwa segala ilmu dan pengetahuan yang saya pelajari saat ini kelak harus dapat bermanfaat bagi umat. Dan tentunya saya akan terus berusaha untuk memelihara asa adik-adik saya yang ada di Indonesia dan yang berada dalam kondisi yang tidak seberuntung saya, lewat program Beasiswa EL’03 ini. Masih banyak ide di dalam benak saya untuk mengembangkan program Beasiswa EL’03.

Sekarang giliran kalian. Ayo galang teman-teman kalian, teman-teman kuliah, rekan-rekan kantor, teman-teman nongkrong kalian, atau siapapun untuk mulai membantu anak-anak di Indonesia melanjutkan sekolahnya. Buat program-program yang lebih hebat lagi. Mereka, anak-anak Indonesia yang terancam terputus pendidikan dan mengubur masa depannya  ada di sekitar kita. Hidup ini terlalu picik jika hanya kita gunakan untuk memikirkan kepuasan dan kesenangan pribadi saja. Jangan sampai di akhirat nanti kita dimintai pertanggungjawaban karena menyia-nyiakan saudara-saudara yang ada di sekitar kita yang membutuhkan pertolongan kita.

** Terima kasih untuk teman-teman EL’03 yang telah berpartisipasi dalam program Beasiswa EL’03 ini. Mari kita terus perjuangkan program ini kawan! Untuk kalian yang belum berpartisipasi, kami akan selalu menunggu kalian. Together We Make a Change!

Terima kasih kawan sudah mau berlari bersamaku

10 Responses to “Together We Make a Change !”

  1. Salute buat rekan2 EL 2003 dan terutama buat rekan Laksono,
    saya yakin malaikat di Surga akan sangat senang melihat aksi dan tindakan nyata yang telah kalian mulai…

    saya rasa, sangat dibutuhkan alumni2 ITB seperti anda2 ini…
    karena banyak orang menganggap memberi itu harus ketika sudah berlebih dan mempunyai banyak,
    sehingga mereka selalu menunggu dan menunggu…..dan akhirnya menunggu terus…..
    tapi kalian telah memberi contoh, dengan aksi yang langsung nyata dan ternyata bisa…

    semoga banyak alumni2 yang melakukan tindakan serupa…

    with honour,

  2. Salut…
    kembangkan terus demi Indonesia yang lebih maju.

  3. tofanfadriansyah Says:

    Salut so..
    pendidikan emang penting..memajukan kualitas sdm melalui pendidikan..

  4. semoga terus berlanjut!!!
    sukses Lakso dan kawan2 EL03!🙂

  5. Subhanallah… Itsu mo hima da to omotte iru boku wa, sugoku hazukashiku omou na…. Lakso-kun ni makerarenai ne…^ ^

    *Subhanallah… Gw malu banget karena slalu mrasa nganggur/gada kerjaan… Gak boleh kalah ama ente (n adek2 di Batam) yak! ^ ^*

  6. ups sori… Zkyont = Agyl desu ^ ^

  7. ini email hape ku….kirim address mu yak ^ ^)d

  8. mncs pambudi Says:

    jujur waktu saia bertemu mas lakso 4 tahun yang lalu, mungkin dulu kita hanya ketemu beerapa menit di ruang kelas 3 ipa 1 smada, tapi saia ngerasa ada sesuatu di diri mas lasko,
    tapi saia nggak tahu apa itu,
    mungkin salah satunya seperti tulisan diatas,
    sukses mas dengan program EL’03 nya
    kalo pulang ke rumah kasih tau ya . . .

  9. The only thing lacks from the blog post above is the realization of how we need the scholarships THAT much. We should’ve had government supporting us but yet we depend on scholarships so much. And there aren’t even that many scholarships around for all children across Indonesia.

  10. subhanallah..

    sukses ya mas.. semoga istiqomah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: