Deadliner ? Really, I don’t mean to be …

Deadliner ? Tahu istilah ini kan? Jangan pernah mencoba mencari artinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), percayalah kalian tidak akan menemukannya karena kata ini merupakan kata dari bahasa Inggris. Deadliner menurut definisi saya adalah seseorang yang baru menyelesaikan pekerjaan atau tugasnya mendekati tenggat waktu (deadline) yang ditentukan entah itu dikarenakan kemalasan, kesengajaan, atau karena situasi yang tidak terduga sebelumnya (kondisi dadakan).

Saya sendiri sebenarnya selalu berusaha untuk tidak menjadi seorang deadliner. Ada beberapa alasan mengapa saya tidak suka menjadi seoarang deadliner. Pertama, pekerjaan yang dikerjakan secara terburu-buru lazimnya tidak akan memberikan hasil yang memuaskan, hanya seadanya saja, asal beres, atau bahkan banyak kekurangannya. Mungkin ada yang menilai saya adalah seseorang yang perfeksionis…hmm mungkin untuk beberapa hal benar, tapi di banyak hal yang lain saya merasa memberikan respon yang biasa-biasa saja kok. Menurut saya, selama kita masih mampu untuk berikhtiar,  maka mengapa kita tidak memberikan 100% kemampuan kita untuk memperolah hasil yang maksimal? Dan salah satu faktor pendukung untuk dapat berikhtiar maksimal adalah memiliki manajemen waktu yang baik. Ketika kita memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengerjakan sesuatu, maka kita dapat mencoba berbagai alternatif solusi untuk permasalahan kita.

Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). (Q.S. Al-Insyirah : 7)

Alasan kedua adalah seringkali kita belum mengetahui kesibukan atau permasalahan apa yang telah menanti kita di waktu-waktu yang akan datang. Jadi membereskan semua permasalahan atau pekerjaan sesegera dan sebaik mungkin dapat mengurangi resiko menumpuknya pekerjaan di waktu yang akan datang atau tekanan di dalam pikiran kita.

Atau sebaliknya mungkin kita belum mengetahui peluang-peluang atau kesempatan-kesempatan baik apa saja yang menanti kita di waktu yang akan datang. Jangan sampai kita melewatkan kesempatan-kesempatan baik itu hanya karena pada saat yang akan datang kita masih disibukkan dengan permasalahan atau pekerjaan yang lama.

Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Mari manfaatkan waktu sebaik-baiknya !

One Response to “Deadliner ? Really, I don’t mean to be …”

  1. quote yg terakhir: Q.S 103 Al-Ashr : 1-3 ^ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: