Memoar hari pertama kuliah (part II)

lecture-time-photo-by-kitsu

Keesokan harinya saya baru benar-benar mengikuti kuliah pertama saya. Kelas dimulai pada pukul 10.30. Sebelum masuk kelas, saya dan 2 orang rekan satu lab saya yang juga mengambil mata kuliah ini, keduanya mahasiswa asing dari Indonesia dan Filipina, mengambil buku kuliah di TU sekaligus menanyakan ruang kuliahnya. Ruang kuliahnya tidak sulit untuk ditemukan, terletak di lantai 5 di gedung yang sama dengan lab saya. Setibanya di ruang kuliah hanya ada 4 orang mahasiswa, saya dan 2 orang rekan lab saya serta seorang mahasiswa asing dari Cina. Dosen yang mengajar kuliah ini ternyata bukan orang Jepang asli melainkan orang Korea, nama panggilannya Ho sensei. Dalam hati, saya sempat berpikir jika dosennya bukan orang asli Jepang maka beliau akan sering menggunakan bahasa Inggris dalam menyampaikan kuliahnya, asyik!. Tapi dalam beberapa menit kemudian dugaan saya ini salah besar.Β 

Layaknya kegiatan perkuliahan edisi perdana pada umumnya, mula-mula Ho sensei memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. Dari sini saya tahu bahwa beliau sudah tinggal di Jepang selama hampir 15 tahun. Tidak heran jika bahasa Jepangnya sudah sangat fasih dan tidak ada bedanya dengan orang Jepang, terlebih lagi keduanya dari ras yang sama. Berikutnya giliran kami yang memperkenalkan diri. Well, karena saya dan 2 orang rekan saya baru belajar bahasa Jepang selama 6 bulan, perkenalan diri kami pun benar-benar perkenalan standar dan singkat. Ho sensei sempat bertanya sudah berapa lama kami tinggal di Jepang. Dan ketika kami menjawab baru 6 bulan yang lalu datang ke Jepang dan baru belajar bahasa Jepang, Ho sensei sempat terkejut dan heran. Heran karena mengapa kami sudah mengambil mata kuliah ini, mata kuliah yang menurut dia merupakan kelas bahasa Jepang yang paling sulit, bukan hanya karena didalamnya banyak menggunakan huruf-huruf kanji untuk istilah ilmiah, tetapi juga karena dalam kuliah ini peserta kuliah harus dapat membuat karangan dengan susunan gramatikal yang baik layaknya karangan ilmiah. Ho sensei juga mengatakan bahwa kemampuan bahasa Inggrisnya tidak terlalu bagus, jadi dia akan lebih sering menggunakan bahasa Jepang dalam kuliahnya. Yap, dugaan saya sebelumnya terbukti salah. 😦

Dalam kuliah pertama ini, Ho sensei memperkenalkan beberapa kanji yang sering ditemui dalam karangan ilmiah. Beliau memberikan contoh dalam sebuah paper yang berbahasa Inggris dan paper yang berbahasa Jepang hasil translasinya. Bisa saya katakan kuliah pertama ini berjalan tidak efektif karena 3 dari 4 peserta kuliahnya belum menguasai bahasa Jepang dengan baik. Kosakata dan perbendaharaan huruf kanji kami bertiga yang masih sangat minim, membuat kami lebih banyak terpaku pada huruf kanji yang tidak kami mengerti dari pada susunan gramatikal atau arti dari paper tersebut. Ho sensei pun terpaksa memberi tahu kami arti setiap huruf kanji yang kami tidak tahu. Ah, kasihan mahasiswa asing asal Cina yang jadi terhambat belajarnya gara-gara kami dan kasihan juga Ho sensei yang harus menerangkan panjang lebar kepada kami tentang berbagai macam huruf kanji. Well, akhirnya 1.5 jam kuliah ini terlewati, di akhir kuliahnya Ho sensei berpesan kepada kami bertiga bahwa kami harus lebih giat lagi untuk menghafal kanji. Pesan yang berarti akan menambah sibuk aktivitas saya. FYI, selain kuliah, saya masih memiliki riset, part-time job, dan jadwal belajar bahasa Jepang 5 kali dalam seminggu.

Seusai kuliah pertama ini, saya dan 2 orang rekan lab saya kembali ke lab dengan berbagai komentar tentang kuliah yang baru kami ikuti. Ingin rasanya kami mengganti kuliah ini dengan kuliah lain yang siftanya kuliah teknik. Sesampainya di lab, sensei saya juga sedang berada di lab. Ketika melihat buku teks kuliah Technical Science Japanese di atas meja saya, beliau mengambil buku tersebut dan melihat-lihat sejenak isinya. Komentar sensei seusai melihat buku teks tersebut, membuat saya dan 2 orang rekan lab saya terbengong-bengong. “What?! Are you serious to take this lecture? It is very difficult. No, no, it is too difficult for you, even for Japanese people”, sensei berkata dengan nada terkejut. Saya benar-benar heran. Bagaimana tidak, baru kemarin sorenya sensei sendiri yang menyuruh kami dengan semangat untuk mengambil kuliah ini tapi kini sensei mempertanyakan kembali mengapa kami mengambil kuliah ini. Asisten sensei dan beberapa teman Jepang yang lain ikut melihat isi buku teks tersebut, dan komentar mereka pun senada, kuliah ini terlalu sulit untuk kami. Akhirnya setelah berdiskusi kembali dengan sensei, kami dapat mengganti kuliah ini dengan kuliah yang lain yang sifatnya lebih teknik. Hore! Alhamdulillah!

Akhirnya kuliah Technical Science Japanese resmi saya batalkan. Dan kelas yang saya ambil dalam semester pertama ini adalah Advanced DSP, Network Architecture, dan Network Management. Kuliah-kuliah teknik yang lebih familiar dengan latar belakang pendidikan saya. Meskipun kuliah disampaikan dalam bahasa Jepang dan menggunakan beberapa buku teks Jepang, saya masih bisa berusaha untuk belajar dari internet atau mencari referensi yang berbahasa inggris. Anyway, kuliah-kuliah ini menarik. Kapan-kapan saya akan berbagi beberapa topik menarik yang saya pelajari dalam kuliah ini.

Ayo tetap semangat untuk sekolah!

14 Responses to “Memoar hari pertama kuliah (part II)”

  1. Halah, paling hari pertama tidur seperti hari pertama kuliah S1 dulu.πŸ˜€
    Tidur di salman habis dhuhur…ha..ha..ha..

  2. wah, mantap bro.. kuliahnya bahasa jepang semua..
    udah jago nih..πŸ˜€
    kalo aku kuliah alhamdulillah bahasa Inggris.. Tapi tetep ketemu bahasa Korea.. parahnya, seringnya itu pas kelas Seminar (ada dua lagi) yang ngundang pembicara tamu.. berasa rugi bro, materinya banyak yang menarik..
    Ayo tetap semangat untuk sekolah dan BELAJAR BAHASA :p

  3. @ andhy :
    Lho ndhi.. tidurnya ga di Salman.. tapi tidur pas di dalem kelasnya hihi..

  4. @ fikar :
    Ima nihongo o benkyou siteimasu ..
    Bener bro.. sayang banget rasanya kita ga bisa ngerti dengan baik bahan2 kuliah / seminar yang diikuti. Ayo2..semangat2..!

  5. Wah, hebat! Jadi inget cerita pak agung pas kuliah di prancis. hehehe…

  6. weits… mangstab…

    smangat so… ati2 ma makanan jepang… katanya suka bikin tongpes… wkwkwkwkw…

    btw klo dosen ngajar gitu kira2 brapa persen perbendaharaan kata yg lo ngerti so ?

  7. @ Ardian Eko

    No..no.., still have many things to do broπŸ™‚

  8. @ Otes

    Makanan gw biasanya masak sendiri tes, jadi bisa ngirit kok.
    Berapa persen perbendaharaan kata yg gw ngerti? Hmm.. bayangin aja lo baru belajar bahasa baru, terus dikasih kuliah dalam bahasa baru itu, nah kira2 sendiri deh..hehe.
    Sebenernya sensei2 di Jepang bahasa Inggrisnya bagus kok, cuman karena di kampus gw gak ada program internasional aja mereka ngajarnya pake bahasa jepang. Jadi biar ngerti kuliahnya, aktif cari tau ttg bahan kuliahnya dari referensi yg lain terus tanyain pas kuliah ke sensei-nya, ntar dijelasin kok.

  9. saya malah inget Rano Karno dgn kumis tebelnya nyanyi2 :
    “Ayooo…. sekoolaaah…..!!!”

  10. jauh-jauh ke jepang cuma buat tidur di kelas?!
    dosen-dosen telkom lo bakal sedih sooo… ngelulusin mahasiswa kayak elo…

    wow… bahasa jepang semua… ini baru yg namanya seruuu dan menantaaaaang!

  11. Bukan nu.. yg tidur di kelas itu pas dulu waktu di itebe. Kalo sekarang, tidurnya di lab ..hehe

  12. waaaah tidur di lab… bagus… bagus.. mari kita ramaikan lab…
    tapi jangan sibuk donlot dorama jepun so.
    mendingan coding. eh maneh codingnya laen ya? channel coding

  13. wah, ga updet kali blog nya..
    (komen ga penting,hehe)

  14. Wah2 buasa jpg,. . .hbt2, .._
    ya wlaupn agk slt tu bhsa,. . .tpi lo kta tkun n rjn mMpljrixa,. ..ya I’m sure,. .km psti bsa dgn sndrixa. . ._

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: