Memoar hari pertama kuliah (part I)

In the classroom

Kalian masih ingat bagaimana hari pertama kalian berangkat ke sekolah? Atau hari pertama kalian kuliah? Momen ketika kita bertemu dengan teman-teman baru, berada di lingkungan baru, belajar hal-hal baru Saya yakin saat-saat itu bisa jadi adalah salah satu momen yang spesial untuk kita. Andrea Hirata dalam novel Laskar Pelangi juga menceritakan dengan baik bagaimana hari pertama ia dan sembilan orang anggota Laskar Pelangi memulai bersekolah.Dan dari bangku sekolah itulah sebuah cerita besar dimulai dan dapat menginspirasi banyak orang.

Well, saya tidak ingin membahas tentang Laskar Pelangi di sini melainkan berusaha untuk merekam momen hari pertama kuliah saya di kampus yang baru. Kegiatan perkuliahan saya di semester pertama ini sebenarnya sudah berlangsung selama 1 bulan, tapi perkenankan saya berbagi seberapa berkenan hari kuliah pertama saya. Hari pertama kuliah saya seharusnya dimulai tepat tanggal 1 Oktober 2008 atau bersamaan dengan hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1429H. Dari waktunya saja sudah cukup menjadi sebuah alasan bahwa hari kuliah pertama saya akan saya ingat selalu. Bagaimana tidak, selama kurang lebih 23 tahun ini biasanya saya melewatkan hari raya Idul Fitri dengan bercengkrama atau bersilaturahmi dengan sanak saudara yang lain, serta menikmati hidangan khas hari raya. Seusai shalat Ied dan bersilaturahmi dengan saudara-saurdara muslim yang lain, saya harus berlari-lari mengejar kelas bahasa Jepang di lab saya. FYI, kelas bahasa Jepang bukan kuliah resmi pertama saya karena kelas ini tidak termasuk dalam kredit kuliah saya dan sudah saya ikut semenjak saya tiba di Iizuka.

Alasan kedua mengapa kuliah hari pertama saya berkenan adalah karena hingga hari pertama kuliah, saya masih belum menentukan kuliah apa saja yang akan saya ambil!. Bukannya ingin berdalih karena teledor untuk mendaftar kelas, tapi saya memang baru memperoleh daftar kuliah yang tersedia dan jadwal kuliah resmi dari pihak TU kampus empat hari sebelumnya. Saya harus berkonsultasi dengan sensei saya untuk menentukan jenis kuliah yang diambil dan selama empat hari menjelang kuliah hari pertama tersebut sensei saya sedang bepergian ke luar kota. Sehingga pada tanggal 1 Oktober kemarin, seusai mengikuti kelas bahasa Jepang di lab saya tidak mengikuti satu kuliah pun.

Sore harinya, saya baru berdiskusi dengan sensei tentang kuliah apa yang harus saya ambil. Dari hasil diskusi tersebut diputuskan bahwa dalam semester pertama ini saya hanya akan mengambil tiga mata kuliah, yaitu kuliah Advanced DSP, yang disampaikan oleh sensei, Network Architecture, dan Technical Science Japanese. Khusus untuk kuliah Technical Science Japanese, sensei sendiri yang menyarankan kepada saya, beliau berkata, “Lakso-san, you can take this class because it is dedicated for foreign student, look at this mark (sambil menunjuk ke lembar jadwal kuliah), it means it is special class for foreign students“. Berdasarkan penjelasan sensei, kuliah ini mengajarkan kepada mahasiswa asing bagaimana menulis artikel ilmiah dalam bahasa Jepang. Well, its sound was interesting and I thought that the lecturer would often use English in this class because it was foreign students class. FYI, program S2 yang sedang saya ikuti bukan merupakan International Program, artinya kegiatan perkuliahan disampaikan menggunakan bahasa Jepang, dan ini juga menjadi alasan lain mengapa hari pertama kuliah saya berkesan. Dan jadilah kuliah pertama saya akan saya hadapi keesokan harinya, yaitu kuliah Technical Science Japanese.

Masih ada cerita di kuliah pertama saya. Tunggu saja kelanjutannya.

bersambung ….

8 Responses to “Memoar hari pertama kuliah (part I)”

  1. Pengen gambar (foto) asli suasana belajar di ruangan kelasmu dong so,,,,

  2. okyfirmansyah Says:

    Bahasa jepang ya? seremmm…

  3. @ ade

    Iya deh, ntar coba difotoin

  4. @ okyfirmansyah

    hajar bleh..!

  5. lakso-san?! ckckck… so mending futsal yuk…
    advanced DSP? ckckck… DSP di elektro ajah dah ribet, kamu masih ngambil yg lebih ribet lg? bagoooz…. mari kita futsal saja!

  6. @ Winnu Ayi
    Kuliah DSPnya senseiku satu2nya kuliah yg pake bahasa inggris. Jadi mending di ambil aja. Tapi topik bahasannya menarik kok nu, kapan2 aq share d blog deh.
    Di sini lapangan futsal melimpah ruah.. sayang ga ada yg maen. Dulu di bandung, nyari lapangan futsal aja ampe rebutan. Sekarang di sini udah ada lapangannya, ga ada yg maen. Arggh…! Ayo nu, maen futsal di jepang

  7. wah bagus so! futsal yuk. kemaren malem futsal lg, VLSI vs WS… menang teramat tebal…
    ntar sore… diajak futsal… pengen kabur dari pak arif… hehehe… testing software MAC mulu…
    minggu pagi futsal lagi… hidup futsal!!!

  8. Deja Vu hmmmmmm….. 8) 8)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: