Archive for September, 2008

Ramadhan di Iizuka

Posted in Share it with tags , , on September 21, 2008 by lakso

Tahun ini menjadi tahun pertama saya menjalankan ibadah puasa di lingkungan yang berbeda dari biasanya. Rindu dengan suasana Ramadhan di Indonesia itu pasti ada, namun saya rasa di sini saya memperoleh penggantinya.

Tentang muslim Iizuka

Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya bahwa di Iizuka hanya ada sekitar 20 orang muslim yang berasal dari berbagai negara. Meski jumlah kami sedikit dan berasal dari negara yang berbeda, tapi dari hari ke hari saya merasakan bahwa ukhuwah di antara kami semakin indah dan kuat, terlebih lagi saat ini ketika bulan Ramadhan tiba. Sebenarnya dalam bulan Ramadhan ini tidak ada agenda spesial, hanya agenda-agenda kecil yang lazim di adakan saat bulan Ramadhan, seperti shalat tarawih berjama’ah, buka puasa bersama, dan tentu saja kegiatan sholat berjama’ah dan pengajian rutin yang sudah kami laksanakan sebelumnya. Namun justru lewat agenda-agenda kecil inilah saya merasakan indahnya ukhuwah islamiyah. Sangat menyenangkan rasanya bisa beribadah bersama, belajar bersama, dan saling membantu satu sama lain dalam keseharian. Saya jadi teringat hadist ini …

Siapa pun tidak akan merasakan manisnya iman, hingga ia mencintai seseorang hanya karena Allah semata.(HR. Bukhari).

Tentang lingkungan dan suasana Ramadhan di Iizuka

Teman-teman mahasiswa asing non-muslim lainnya maupun teman-teman Jepang yang ada di lab meski berbeda keyakinan, mereka dapat bertoleransi dengan baik terhadap kami. Perlahan-lahan mereka mulai mengerti tentang ibadah kami. Khusus untuk ibadah puasa di bulan Ramadhan, biasanya mereka akan terkejut dan terheran-heran dengan kami yang tidak makan dan minum sepanjang hari namun masih dapat beraktivitas seperti biasa (bahkan ketika dalam sebuah acara jamuan makan malam di sebuah konferensi, sensei saya sampai bertanya berulang kali untuk meyakinkan apakah saya sudah makan cukup kenyang karena dia tahu bahwa pada hari itu saya berpuasa).  Teman-teman lab sudah mengerti kapan saja kami menjalankan ibadah sholat 5 waktu dan akan mempersilakan kami sholat terlebih dahulu sebelum seminar lab di mulai atau ketika ada kegiatan-kegiatan yang lain.

Selama bulan Ramadhan ini, kami memperoleh ijin dari pihak kampus untuk menggunakan aula dormitori sebagai tempat shalat tarawih berjama’ah. Alhamdulillah, teman-teman mahasiswa asing yang tinggal di dormitori juga tidak keberatan ketika kami menggunakan aula tersebut untuk tempat sholat, meski dengan demikian mereka jadi tidak dapat menonton televisi atau menggunakan aula tersebut untuk aktivitas santainya. Setiap pekan di bulan Ramadhan ini kami mengadakan buka puasa bersama dan mengundang teman-teman mahasiswa asing non-muslim lainnya atau teman-teman Jepang pada pekan-pekan tertentu. Teman-teman non-muslim lainnya sangat senang ketika kami undang untuk berbuka puasa bersama. Dan karena kami berasal dari negara yang berbeda-beda dan memiliki jenis masakan yang berbeda-beda pula, acara buka puasa bersama ini seakan-akan menjadi acara food festival kecil-kecilan. Kultur yang berbeda-beda dapat menjadi akrab dalam acara ini.

Sungguh Ramadhan tahun ini akan menjadi Ramadhan yang tidak akan saya lupakan…   🙂

Ketika kita sedang mendapat masalah …

Posted in Reminder with tags , , on September 15, 2008 by lakso

* Sebagai pengingat bagi diri ini dan bagi setiap jiwa yang saat ini sedang menghadapi masalah dalam kehidupannya

Ketika kita sedang mendapat masalah …

Itu artinya kita sedang didewasakan oleh Allah, agar kita mampu menyikapi masalah tersebut secara bijak.  Tidak dengan emosi yang meledak-ledak atau penuh amarah atau juga dengan sikap cengeng dan putus asa, melainkan menghadapi masalah dengan hati yang bersih dan pikiran yang tenang.

Ketika kita sedang mendapat masalah …

Itu artinya akan membuat diri kita menjadi lebih kuat dan lebih tangguh untuk menghadapi permasalahan dan tantangan yang lebih besar. Masalah merupakan proses penempaan bagi diri kita. Menghadapi masalah itu bukan hanya tentang hasil akhirnya saja, tetapi juga bagaimana proses penyelesaiannya berlangsung. Ingat air santan diperoleh setelah buah kelapa menjalani serangkaian proses yang panjang, dikuliti, dipotong-potong, diparut, dan kemudian diperas. Potensi dan kemampuan seseorang juga demikian, akan terasah setelah melalui berbagai cobaan, hambatan, dan rintangan.

Ketika kita sedang mendapat masalah …

Itu artinya Allah cinta pada kita.

“Barangsiapa dikehendaki oleh Allah suatu kebaikan bagi dirinya, niscaya Allah akan menimpakan baginya musibah.” (HR Al-Imam Al-Bukhari & Abu Hurairah R.A.)
“Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, niscaya Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia dan jika Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya niscaya Allah akan mengakhirkan hukuman atas dosa-dosanya sehingga Allah akan menyempurnakan hukuman baginya di akhirat kelak.” (HR Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas ibn Malik R.A.)

Terkadang Allah menegur hamba-Nya untuk kembali ke jalan-Nya dengan cara yang tidak mengenakkan bagi hamba-Nya. Jangan pernah berputus asa atau berburuk sangka kepada Allah, justru sebaliknya sambut setiap masalah dengan penuh keyakinan dan keriangan. Ingatlah, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk tentang kapasitas diri kita. Dia tidak akan membebankan masalah yang melebihi kemampuan hamba-Nya.

Allah tidak akan membebani seseorang  melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Q.S.Al-Baqarah : 286)

Tinggal sekarang bagaimana kita mampu untuk terus bertahan dan yakin dalam menghadapi setiap masalah.

Déjà vu

Posted in Share it with tags , , , on September 2, 2008 by lakso

Apakah pada suatu waktu kalian pernah merasakan mengalami kejadian yang sama seperti kejadian sebelumnya? Itulah yang disebut déjà vu. Saat ini saya sedang mengalami déjà vu dalam episode kehidupan saya dan ini akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.   Continue reading

The beginning

Posted in Share it with tags , , on September 2, 2008 by lakso

Tulisan kali ini sebenarnya sudah ingin saya buat sejak pertama kali membuat blog. Namun karena saat itu saya masih belum merasa pas dengan tulisan saya, saya tidak meneruskannya. Kini saya memutuskan untuk meneruskan lagi tulisan saya yang sempat mengendap di dalam pikiran saya waktu itu. Tulisan ini tentang awal mula saya melanjutkan pendidikan di Jepang. Tulisan ini akan menjadi latar belakang tulisan saya selanjutnya (judulnya déjà vu).

Pada bulan Desember tahun lalu, saya dan beberapa teman saya mengikuti kuliah umum seorang profesor dari Jepang. Beliau tidak lain adalah Ochi-sensei yang saat ini menjadi sensei saya. Dalam kesempatan itu, beliau menawarkan kepada peserta kuliah umum untuk bergabung dengan proyek riset laboratoriumnya (proyek risetnya adalah desain chip untuk Digital Cinema over Wireless Network) serta bergabung dalam program S2 dan S3 di KIT. Saya, yang saat itu sedang berikhtiar untuk mencari beasiswa ke luar negeri, awalnya tidak tertarik untuk menanggapi tawaran itu. Ada  2 alasan yang membuat saya tidak tertarik, pertama program pendidikan dan riset yang tidak sesuai dengan keinginan dan latar belakang saya. Semenjak memutuskan untuk mengambil tugas akhir (TA) tentang RFIC, saya sudah bertekad akan mendalami analog / RFIC. Saat itu saya berpendapat bahwa tawaran riset itu lebih cocok untuk orang-orang yang ingin mendalami digital IC design. Alasan yang kedua adalah karena di KIT tidak menyediakan program internasional atau dengan kata lain, kegiatan perkuliahan masih menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa pengantar.    Continue reading