Apakah idealisme akan selalu menjadi sebuah utopia?

Beberapa bulan yang lalu, saat saya membaca ‘Laskar Pelangi’ ada salah satu pernyataan menarik yang saya ingat, yaitu saat Andrea Hirata menceritakan salah satu juri karnaval sekolahnya. Berikut ini adalah kutipannya :

… Gengsi ini juga tak terlepas dari integritas para juri yang dipimpin oleh seorang seniman senior yang sudah kondang, Mbah Suro namanya. Mbah Suro adalah orang Jawa, ia seniman Yogyakarta yang hijrah ke Belitong karena idealisme berkeseniannya. Karena sangat idealis maka tentu saja Mbah suro juga sangat melarat.

Kalimat terakhir dari pernyataan itulah yang mengusik pikiran saya. Ya, tentang mempertahankan idealisme kita. Apakah ada yang salah ketika kita mempertahankan idealisme yang kita miliki? Apakah menjadi idealis selalu berakhir dengan kemelaratan dan kesusahan? Jika memang demikian, untuk apa kita mempertahankan idealisme kita? Seberapa pentingkah mempertahankan idealisme? Apakah idealisme kita akan menjadi sebuah utopia?

Idealisme menurut saya adalah sebuah cita-cita luhur … sebuah keinginan untuk mencapai sebuah kondisi yang ideal. Idealisme tiap orang dapat berbeda satu sama lain, karena setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga mereka dapat memiliki definisi yang berbeda-beda pula tentang sebuah kondisi ideal. Sebuah idealisme yang dimiliki oleh seseorang berawal dari masa lalunya, kondisi lingkungannya, agamanya, atau hasil dari interaksi dengan orang-orang di sekitarnya. Disadari atau tidak, sebuah idealisme dapat membimbing perubahan dalam diri atau menuntun tingkah laku seseorang. Karena sedemikian besarnya pengaruhnya dalam kehidupan seseorang, mahar dari idealisme tentunya tidaklah murah. Seseorang akan sering kali dihadapkan pada kondisi untuk mengambil sebuah keputusan sulit ketika idealismenya berhadapan dengan lingkungan yang jauh berbeda atau bahkan bertentangan.

Saya tidak tahu apakah kalian memiliki sebuah idealisme atau tidak. Saya juga tidak tahu apakah kalian masih teguh mempertahankan idealisme itu atau tidak. Saya hanya ingin mengajak kalian untuk kembali menyimak lagi idealisme yang kalian yakini selama ini atau mencoba mendorong kalian untuk menemukan idealisme kalian. Jangan sampai kita terjebak pada idealisme semu yang tidak patut kita perjuangkan. Seperti yang telah saya sempat singgung di posting sebelumnya, referensi yang dapat kita gunakan untuk mendefinisikan kondisi ideal adalah agama, Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Coba kita pahami lagi apakah hakikat di balik penciptaan kita di muka bumi ini. Apakah selama ini kita hidup sesuai dengan hakikat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT? Perhatikan juga kondisi di sekitar kita, kondisi masyarakat dan lingkungan kita. Apakah semuanya sudah berjalan dengan baik dan teratur sesuai dengan tuntunan Islam? Apakah yang dapat kita lakukan untuk memperbaikinya? Dengan memahami hakikat diri, segenap potensi dan kemampuan yang kita miliki, serta kondisi atau permasalahan yang ada di sekitar kita, maka kita akan menemukan definisi kondisi ideal dan membuat turunan-turunannya dalam kehidupan kita.

Mendefinisikan sebuah idealisme itu belum cukup. Idealisme menuntut pengorbanan dan perjuangan. Maka langkah selanjutnya adalah bagaimana kita memperjuangkannya. Luruskan niat, maksimalkan ikhtiar, dan senantiasa tawakal dalam mempertahankan idealisme kita. Tidak perlu takut menjadi melarat atau terasing karena Allah SWT menilai setiap ikhtiar yang kita lakukan dan akan memberikan balasan yang setimpal. Idealisme tidak harus menjadi sebuah utopia melainkan dapat menjadi sebuah keniscayaan. Idealisme, mimpi, dan cita-cita adalah untuk diupayakan bukan hanya untuk di awang-awang.

Selamat berjuang kawan…!

Di Indonesia hanya ada dua pilihan. Menjadi idealis atau apatis. Saya sudah lama memutuskan bahwa saya harus menjadi idealis, sampai batas-batas sejauhnya.

(Soe Hok Gie)

5 Responses to “Apakah idealisme akan selalu menjadi sebuah utopia?”

  1. Hmmm……idealisme = melarat ???
    Tergantung bagaimana seseorang memandang idealismenya….
    Tidak harus menjadi orang yang kaku untuk mempertahankan idealismenya..
    Idealisme bisa dipertahankan dengan banyak jalan, carilah jalan yang moderat, yang bisa tetap beridealisme tetapi tidak sampai mengorbankan kebutuhan lainnya…Karena kita tidak bisa hidup hanya dengan idealisme…

    Idealisme sangat penting, tapi banyak hal penting lainnya yang juga harus kita perhatikan….

    Peace😉

  2. @ galuh
    Makasih dah mampir 🙂

    Well, menurut saya berbicara tentang mempertahankan idealisme bukanlah sebuah dikotomi. Mempertahankan idealisme juga bukan berarti selalu menjadi orang yg kaku kan.?😉 Setuju ama pendapat kamu, ada banyak cara untuk mempertahankan idealisme. Berjuang itu ada caranya, pilih cara yang kamu bisa..

    Yoroshiku onegaishimasu

  3. ada kata kata menarik yang saya dapet dari seorang teman, persisnya lupa tapi intinya,
    “bila pada akhirnya berujung pada kesusahan, maka idealisme inilah yang akan jadi harta paling berharga yang dimiliki manusia”

    rizki kan yang ngatur Allah bukan karena kita idealis ato tidak. bahkan para philantropist dengan dikarunia harta yang melimpah tetap idealis dengan mendedikasikan hidup mereka pada masyarakat…

  4. Tidak , teman , idealisme itu tidak melarat , idealisme itu mengidamkan segala hal tentang kebaikan dan oleh karenanya pastilah unsur di dalam idealisme adalah kebaikan. Dan jika kemelaratan itu adalah keburukan maka jelas ia diluar idealisme. Jika sang idealis itu terlihat melarat , itu hanyalah prosesnya saja , bukan tujuan akhir .. bukankah si realis itu juga suka terlihat melarat ??

    salam kenal , mampir ke blog saya ya blogmanteb@blogspot.com

  5. tanpa idealisme manusia akan mudah terbawa arus, dengan idealisme manusia akan tahu siapa dirinya dan dengan idealisme tak akan ragu dalam melangkah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: