Bangkit itu aku! … Untuk agamaku dan Indonesiaku

Bangkit itu susah …
Susah melihat orang lain susah, senang melihat orang lain senang
Bangkit itu takut …
Takut korupsi, takut makan yang bukan haknya
Bangkit itu mencuri …
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi
Bangkit itu marah !
Marah bila martabat bangsa dilecehkan
Bangkit itu .. malu
Malu jadi benalu, malu karena minta melulu
Bangkit itu tidak ada
Tidak ada kata menyerah, tidak ada kata putus asa
Bangkit itu aku ! … Untuk Indonesiaku

Dedy Mizwar (Dalam rangka 100 tahun kebangkitan nasional)

Speechless…merinding, sedih, tergugah bercampur jadi satu ketika pertama kali mendengar Dedy Mizwar membacakan puisi ini. Terlepas dari berbagai kontroversi tentang sejarah kebangkitan bangsa Indonesia, isi puisi ini memberikan banyak arti untuk direnungkan. Arti ‘kebangkitan’ menurut saya bisa dikerucutkan menjadi momen kebangkitan untuk per-individu atau diperluas di aspek-aspek kehidupan yang lain. Saya yakin setiap orang punya momen kebangkitannya masing-masing, untuk bangkit dari keterpurukan dan menyongsong sesuatu yang lebih baik dengan energi serta semangat baru .

Pertanyaan penting yang selanjutnya muncul adalah seberapa lama dan bagaimana kita bisa mempertahankan momen kebangkitan itu? Atau dengan kata lain, seberapa istiqomah-kah kita untuk berubah? Apakah momen kebangkitan itu hanya seperti letupan-letupan yang muncul sesaat atau memang benar-benar dapat menjadi tonggak untuk perubahan?

Kita bisa belajar untuk menjawab pertanyaan di atas dari rangkaian IC analog. Di dalam rangkaian IC analog yang terdiri atas puluhan hingga ratusan transistor, kita selalu berusaha menjaga agar setiap transistor bekerja pada daerah linear-nya atau dengan kata lain kita harus mem-bias rangkaian tersebut. Jadi percuma saja ketika kita bisa membuat sebuah amplifier yang memiliki gain yang tinggi namun hanya memiliki daerah kerja linier yang sempit. Untuk menjaga kelinieran dalam rangkaian IC analog, ada beberapa tekniknya. Yang utama kita harus menyedikan rangkaian transistor sebagai sumber arus yang dapat mem-bias rangkaian utama. Agar menyerupai sumber arus ideal, rangkaian transistor sebagai sumber arus ini menggunakan referensi dari sebuah rangkaian yang disebut bandgap references. Sering kali kita juga harus membuat sebuah rangkaian khusus yang disebut rangkaian common-mode feedback (CMFB) untuk menghilangkan riak-riak (ripple) yang disebabkan oleh tegangan catu atau dari ketidaklinieran rangkaian utamanya.

Dari sini, kita dapat belajar bahwa momen kebangkitan harus selalu dipertahankan pengaruhnya. Dan untuk mempertahankan pengaruhnya kita harus memiliki referensi yang selalu dapat dijadikan sebagai acuan, yaitu agama. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupannya dan Allah juga telah mengutus Nabi Muhammad SAW yang dapat menjadi teladan terbaik atau the best role-model of human bagi manusia.

Jadi kapan kalian akan bangkit dan berubah? Kebangkitan harus dimulai dari sekarang.

Bangkit itu aku ! … Untuk agamaku dan Indonesiaku. Insya Allah..

5 Responses to “Bangkit itu aku! … Untuk agamaku dan Indonesiaku”

  1. bangkit itu kue.
    kue bangkit.
    terkenal di jambi😀

  2. Bangkit itu aku ! … Untuk agamaku dan Indonesiaku. Insya Allah..

    Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater…
    Merdekaaa..🙂

  3. @ Ade
    mau dong de.. dikirimin kuenya ke jepang

  4. @ nie
    Merdeka..!!! Makasih dah mampir ke blog-ku

  5. kalo mau UAS filosofi bangkitnya beda kang !!!

    bangkit itu bosan..
    bosan dapet nilai C

    bangkit itu buta..
    butakan mata dari melihat jawaban teman yang keliatan lebih indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: