<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>[ My Reflection ]</title>
	<atom:link href="http://lakso.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lakso.wordpress.com</link>
	<description>Berhenti sejenak untuk berbagi kisah ...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 15:38:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='lakso.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/757615a550bff12f4e646b0227abfa77?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>[ My Reflection ]</title>
		<link>http://lakso.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kembali</title>
		<link>http://lakso.wordpress.com/2009/10/31/kembali/</link>
		<comments>http://lakso.wordpress.com/2009/10/31/kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 15:38:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lakso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakso.wordpress.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Blog ini tampak kusam. Sudah sekian lama saya belum menulis lagi, tepatnya sudah 2 bulan 16 hari saya absen menulis. Apakah saya sudah bosan menulis? Tidak, saya masih suka menulis dan ingin terus menulis. Lalu kenapa tidak membuat tulisan baru? Apakah karena sibuk? Bisa saja saya menggunakan alibi ini, tapi saya rasa bukan kesibukan saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=325&subd=lakso&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Blog ini tampak kusam. Sudah sekian lama saya belum menulis lagi, tepatnya sudah 2 bulan 16 hari saya absen menulis. Apakah saya sudah bosan menulis? Tidak, saya masih suka menulis dan ingin terus menulis. Lalu kenapa tidak membuat tulisan baru? Apakah karena sibuk? Bisa saja saya menggunakan alibi ini, tapi saya rasa bukan kesibukan saya yang menjadi penyebabnya. Tapi lebih dikarenakan <em>mood</em> menulis saya yang fluktuatif. Hingga saat ini sebenarnya ada 10 draft yang tersimpan di blog saya belum sempat untuk diselesaikan. Dan ketika saya menunda untuk menyelesaikan sebuah tulisan, maka susah untuk mendapatkan <em>feel</em> yang sama ketika pertama kali saya memutuskan untuk membuat tulisan itu.</p>
<p>Saya benar-benar kangen menulis di blog ini. Saya ingin segera menuangkan ide-ide, cerita, dan rasa saya dalam tulisan. Saya akan segera kembali, tunggu saja &#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakso.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakso.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakso.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakso.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakso.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakso.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakso.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakso.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakso.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakso.wordpress.com/325/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=325&subd=lakso&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakso.wordpress.com/2009/10/31/kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a002d0b1bf2b74d14b3ddc764a303c0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">lakso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanpa Judul (1)</title>
		<link>http://lakso.wordpress.com/2009/08/14/tanpa-judul-1/</link>
		<comments>http://lakso.wordpress.com/2009/08/14/tanpa-judul-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 07:23:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lakso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakso.wordpress.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini salah seorang teman saya minta tolong kepada saya untuk mencarikan informasi tentang beasiswa program master teknik elektro di ITB  bagi mahasiswa asing, karena salah satu teman asingnya yang berasal dari Brazil tertarik untuk melanjutkan sekolah S2 di ITB. Hmm..awalnya saya sempat heran, mengapa seorang dari Brazil tertarik untuk jauh-jauh melanjutkan studinya di Indonesia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=312&subd=lakso&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pagi ini salah seorang teman saya minta tolong kepada saya untuk mencarikan informasi tentang beasiswa program master teknik elektro di ITB  bagi mahasiswa asing, karena salah satu teman asingnya yang berasal dari Brazil tertarik untuk melanjutkan sekolah S2 di ITB. Hmm..awalnya saya sempat heran, mengapa seorang dari Brazil tertarik untuk jauh-jauh melanjutkan studinya di Indonesia. Bukan bermaksud untuk merendahkan kualitas ITB, tapi menurut saya orang Brazil ini tentunya akan lebih mudah menemukan perguruan tinggi dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik di Amerika Serikat yang lokasinya lebih dekat dari Brazil. Tapi ternyata alasannya tidak sesederhana yang saya bayangkan sebelumnya.</p>
<p>Teman saya menjelaskan bahwa ternyata teman Brazilnya ini sangat menyukai orang-orang Indonesia. Tidak hanya tertarik untuk melanjutkan studi di Indonesia, teman Brazilnya ini juga berniat untuk pindah kewarganegaraan. Wow..! Keterkejutan saya tidak berhenti di sini, teman saya bercerita lebih jauh lagi kalau teman Brazilnya ini juga sangat tertarik dengan Islam dan berniat untuk berpindah agama, sebagai bentuk keseriusannya mulai bulan Ramadhan ini teman Brazilnya akan berlatih menjalankan ibadah puasa. &#8230; subhanallah&#8230;</p>
<p>Cerita lainnya datang dari salah seorang kenalan saya di Jepang. Namanya Shibata Kazuki, seorang pria tua berusia lebih dari 60 tahun, pemilik sebuah perusahaan konstruksi di Iizuka, kota tempat saya tinggal. Saya bertemu dengan Pak Shibata pertama kali di sebuah festival di Iizuka. Saat itu saya sedang membantu berjualan molen di stand Indonesia dan Pak Shibata adalah salah satu pembelinya. Seusai membeli pisang molen saya sempat mengobrol dengan Pak Shibata. Dari hasil obrolan ini saya tahu bahwa sekitar 30 tahun lalu Pak Shibata mempunya seorang sahabat karib asal Indonesia yang sudah ia anggap seperti keluarga sendiri. Namun sayangnya sejak kematian sahabatnya itu, ia kehilangan kontak dengan keluarga sahabatnya. Singkat cerita, sejak pertemuan itu saya menjadi berteman dengan Pak Shibata dan beberapa kali berkunjung ke rumahnya atau pergi keluar bersama-sama.</p>
<p>Suatu kali, dalam perjalanan pulang dari kegiatan menjadi relawan di sebuah sekolah dasar di Iizuka, Pak Shibata bercerita kepada saya tentang kenangannya saat menginap di rumah sahabatnya di Padang, Sumatera Barat. Salah satu yang ia ingat adalah tentang adzan. Ia suka mendengarkan suara adzan dan merasa tenang tiap kali mendengarnya, meski belum mengerti artinya. Saya tertegun dan dalam hati hanya bisa berdoa semoga Pak Shibata mendapatkan hidayah di usianya yang telah senja. Ke depannya saya jadi bertekad untuk lebih mengenalkan  Islam kepada Pak Shibata.</p>
<div id="attachment_313" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-313" title="DSC_0176" src="http://lakso.files.wordpress.com/2009/08/dsc_0176.jpg?w=300&#038;h=199" alt="Pak Shibata ketika mengenakan baju batik hadiah dari saya. Beliau senang sekali mendapat hadiah baju batik" width="300" height="199" /><p class="wp-caption-text">Pak Shibata ketika mengenakan baju batik. Beliau senang sekali mendapat hadiah baju batik</p></div>
<p>Masih banyak cerita-cerita dan momen-momen khusus tentang teman-teman Jepang saya yang bertopik Indonesia dan Islam. Senang dan terharu rasanya setiap kali saya bertemu dengan orang asing yang suka dengan Indonesia, atau bahkan tertarik dengan Islam. Semakin bersyukur karena diri ini mendapat nikmat iman dan Islam. Terima kasih Ya Allah ..</p>
<blockquote><p><em>Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan  seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa &#8211; bangsa dan bersuku-suku supaya  kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu  disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah  Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Q.S. Al-Hujuraat : 13).</em></p></blockquote>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakso.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakso.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakso.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakso.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakso.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakso.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakso.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakso.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakso.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakso.wordpress.com/312/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=312&subd=lakso&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakso.wordpress.com/2009/08/14/tanpa-judul-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a002d0b1bf2b74d14b3ddc764a303c0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">lakso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lakso.files.wordpress.com/2009/08/dsc_0176.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0176</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Jepang itu &#8230;</title>
		<link>http://lakso.wordpress.com/2009/06/10/orang-jepang-itu/</link>
		<comments>http://lakso.wordpress.com/2009/06/10/orang-jepang-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 06:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lakso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[japanese]]></category>
		<category><![CDATA[karakter orang jepang]]></category>
		<category><![CDATA[pergi ke jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakso.wordpress.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Manusia itu adalah mahluk yang unik dan selalu menarik untuk ditelisik. Maha Suci Allah yang menciptakan manusia dengan karakter yang beragam.
Bagaimana dengan orang Jepang? Sebenarnya sudah lama beberapa teman saya  meminta saya untuk menulis tentang sifat dan karakter orang Jepang. Well, inilah saatnya saya menulis tentang hal ini. Waktu 14 bulan tinggal di Jepang hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=292&subd=lakso&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_301" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-301" title="japanface" src="http://lakso.files.wordpress.com/2009/06/japanface.jpg?w=300&#038;h=251" alt="Picture is taken from http://www.flickr.com/photos/ajpscs/300358440/" width="300" height="251" /><p class="wp-caption-text">Picture is taken from http://www.flickr.com/photos/ajpscs/300358440/</p></div>
<p>Manusia itu adalah mahluk yang unik dan selalu menarik untuk ditelisik. Maha Suci Allah yang menciptakan manusia dengan karakter yang beragam.</p>
<p>Bagaimana dengan orang Jepang? Sebenarnya sudah lama beberapa teman saya  meminta saya untuk menulis tentang sifat dan karakter orang Jepang. <em>Well</em>, inilah saatnya saya menulis tentang hal ini. Waktu 14 bulan tinggal di Jepang hingga saat ini, saya rasa sudah cukup bagi saya untuk bisa memberikan penilaian objektif tentang sifat dan karakter orang Jepang.</p>
<p>Orang Jepang itu &#8230;<span id="more-292"></span></p>
<ol>
<li><strong>Ramah dan sopan<br />
</strong></li>
<p>Khas budaya negara timur, penduduknya biasanya sangat ramah dan bersahabat. Orang Jepang cenderung untuk selalu menyapa dan mengucapkan salam kepada orang yang ditemuinya, sekalipun itu orang asing yang belum mereka kenal.</p>
<p>Sama halnya dengan budaya Jawa dan berbeda dengan budaya barat, budaya Jepang memperhatikan penghormatan dan sikap sopan kepada orang yang memiliki status sosial lebih tinggi atau lebih tua. Bahasa Jepang juga memiliki kosa kata khusus yang digunakan untuk menunjukkan penghormatan atau yang lebih sopan seperti &#8220;krama inggil&#8221; dalam bahasa Jawa.</p>
<li><strong>Ekspresif</strong></li>
<p>Mungkin inilah ciri yang paling mencolok dari orang Jepang. Kalau kalian pernah menonton dorama atau anime, atau membaca manga pasti sering menemui ciri ekspresif ini, bagaimana mereka menunjukkan rasa suka, sedih, terkejut dan lain-lainnya.</p>
<p>Saya belum pernah bertemu dengan orang yang seekspresif orang Jepang. Dan yang kadang membuat saya tidak habis pikir adalah  bagaimana bisa sifat ekspresif ini menjadi ciri suatu komunitas? Apakah sifat ini sudah terdefinisikan di dalam DNA mereka? Sebelum bertemu dengan orang Jepang, saya berpikir bahwa sifat ekspresif yang meledak-ledak hanya dimiliki oleh orang-orang sanguinis saja.</p>
<p>Ciri ekspresif ini juga yang menjadikan orang Jepang adalah teman mengobrol yang asyik. Dengan sifat ekspresif ini mereka bisa berkomunikasi dengan empati. Tidak peduli seberapa sederhananya topik pembicaraannya, hal itu bisa terasa sangat menarik karena respon ekspresif yang diberikan oleh orang Jepang. Mungkin ini juga alasan mengapa di setiap program TVnya entah itu acara berita atau hiburan, melibatkan begitu banyak presenter.</p>
<li><strong>Menghargai usaha / proses</strong></li>
<p>Ini adalah salah satu karakter positif yang dimiliki oleh orang Jepang. Mereka tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi lebih berorientasi pada proses. Mereka sangat menghargai usaha dan kesungguhan seseorang. Sekalipun hasil yang dicapai oleh seseorang tidak sesuai dengan yang diharapkan, tetapi jika orang tersebut sudah berusaha dengan sangat keras, maka mereka akan mengapresiasi dengan baik orang tersebut. Sikap menghargai usaha ini juga tampak dari ekspresi mereka yang selalu bersemangat menyongsong setiap pekerjaan dan tantangan, karena mereka yakin dengan semangat dan kerja keras akan memberikan hasil yang baik. <em>Yosh..ganbatte ne!</em></p>
<li><strong>Tumbuh sebagai satu komunitas</strong></li>
<p>Orang Jepang cenderung maju dan berkembang sebagai satu komunitas daripada sebagai individu-individu yang terpisah. Kultur kebersamaan ini bisa terlihat jika kita sudah bergabung dengan komunitas tertentu, misalnya di laboratorium, unit kegiatan mahasiswa, atau perusahaan. Mereka membentuk program-program atau kegiatan yang dapat memacu kemajuan bersama. Contohnya training bersama, konsep senior yang mendampingi junior, kegiatan saling mengajar atau <em>knowledge transfer</em> untuk mendistribusikan kemampuan anggota yang lebih unggul kepada anggota lainnya.  Selain itu ketika mereka sudah bergabung dalam komunitas tertentu, maka mereka lebih dikenal identitas komunitasnya daripada identitas individunya. Kombinasi antara kebanggaan akan komunitasnya dan usaha-usaha untuk memajukan komunitasnya inilah yang menjadikan masyarakat Jepang tumbuh dalam komunitas-komunitas yang kuat dan progresif.</p>
<li><strong>Prosedural, <em>well organized</em>, tekun, dan teliti<br />
</strong></li>
<p>Menurut saya sifat-sifat ini turunan dari karakter yang menghargai usaha. Untuk meraih hasil yang memuaskan, di dalam bekerja orang Jepang sangat memperhatikan urutan langkah-langkahnya. Jika mereka diberikan petunjuk untuk menyelesaikan pekerjaan atau menggunakan suatu alat, maka mereka akan dengan teliti membaca petunjuknya dari awal hingga akhir tanpa ada yang terlewat lalu benar-benar mengerjakan sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Sangat prosedural. Jangan heran ketika melihat seorang masinis kereta yang sudah bekerja puluhan tahun, ketika menjalankan tugasnya dia masih dengan semangat menunjuk-nunjuk panel-panel kontrol sambil berbicara pada dirinya sendiri, itu semata-mata dilakukan untuk memastikan dia tidak salah dalam melakukan tugasnya. Meski mereka telah sering menjalani rutinitas itu, ketekunan dan ketelitiannya tidak berkurang. Orang Jepang memang sangat cocok untuk jenis pekerjaan yang berupa rutinitas dan membutuhkan ketelitian.</p>
<p>Hal ini  juga yang berlaku dalam hal mematuhi aturan lalu lintas atau peraturan lainnya. Tidak peduli kondisi di lapangan seperti apa atau apakah ada peluang untuk melanggar, mereka akan tetap mematuhi peraturan. Kalau kalian coba bertanya kepada mereka kenapa mereka selalu taat kepada setiap aturan, maka jawabannya akan sederhana karena itu adalah aturan, titik.</ol>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakso.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakso.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakso.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakso.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakso.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakso.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakso.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakso.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakso.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakso.wordpress.com/292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=292&subd=lakso&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakso.wordpress.com/2009/06/10/orang-jepang-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a002d0b1bf2b74d14b3ddc764a303c0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">lakso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lakso.files.wordpress.com/2009/06/japanface.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">japanface</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a dari Ibunda</title>
		<link>http://lakso.wordpress.com/2009/05/30/doa-dari-ibunda/</link>
		<comments>http://lakso.wordpress.com/2009/05/30/doa-dari-ibunda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 13:49:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lakso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Share it]]></category>
		<category><![CDATA[doa ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakso.wordpress.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Setiap seminggu sekali atau dua minggu sekali biasanya saya menelpon ibu dan kakak-kakak saya di Indonesia. Lewat menelpon atau mengirim email kepada mereka inilah ikhtiar untuk menjaga silaturahim yang dapat saya lakukan ketika saya berada di perantauan. Biasanya saya menelpon Ibu terlebih dahulu sebelum menelpon kakak-kakak saya. Ketika menelpon Ibu, saya merasakan ada perubahan dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=288&subd=lakso&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_289" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-289" title="doa_ibu" src="http://lakso.files.wordpress.com/2009/05/doa_ibu.jpg?w=300&#038;h=208" alt="Picture taken from here http://www.flickr.com/photos/studio280b/847295060/" width="300" height="208" /><p class="wp-caption-text">Picture taken from here http://www.flickr.com/photos/studio280b/847295060/</p></div>
<p>Setiap seminggu sekali atau dua minggu sekali biasanya saya menelpon ibu dan kakak-kakak saya di Indonesia. Lewat menelpon atau mengirim email kepada mereka inilah ikhtiar untuk menjaga silaturahim yang dapat saya lakukan ketika saya berada di perantauan. Biasanya saya menelpon Ibu terlebih dahulu sebelum menelpon kakak-kakak saya. Ketika menelpon Ibu, saya merasakan ada perubahan dalam diri beliau semenjak beliau memutuskan untuk mengenakan jilbab tahun lalu dan kembali belajar mengaji Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Seusai membuka dengan salam, Ibu selalu mendahului menanyakan kabar saya. Dan ketika saya selesai mengabarkan kondisi saya, tanpa saya tanya atau minta lebih dahulu, Ibu akan melaporkan perkembangan pelajaran mengajinya dengan semangat. Contohnya malam ini, Ibu memberikan laporan bahwa beliau sudah mengaji sampai pertengahan juz 20 dan beliau menargetkan untuk mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an sebelum bulan Ramadhan tiba. Beliau ingin saat bulan Ramadhan tahun ini tiba, beliau bisa memulai pelajaran baru yaitu mengkaji tafsir Al-Qur&#8217;an. Ah..bahagia sekali menyaksikan semangat Ibu yang menggebu-gebu dalam belajar Al-Qur&#8217;an. Perubahan juga saya rasakan dari pola pikir dan sikap beliau dalam menghadapi permasalahan. Kalau saya bandingkan dengan kondisi sebelum mengaji, kini beliau lebih tenang dan tawakal dalam menghadapi setiap permasalahan. Alhamdulillah&#8230;</p>
<p>Di akhir percakapan saya dengan Ibu, juga tampak perubahan. Kini beliau selalu menutup dengan serangkaian harapan dan doa yang ditujukan untuk saya. Hhh..ini yang kadang membuat saya merasa senang dan bersalah. Senang karena didoakan oleh orang tua, tentu kita masih ingat ridho Allah ada pada ridho orang tua. Merasa bersalah jika selama ini saya kurang giat dalam berikhtiar, saya merasa seakan-akan mengingkari doanya. Tapi hal ini juga yang akan melecut saya untuk berusaha lebih baik.</p>
<p><em>Terima kasih Ya Allah..Engkau telah melembutkan hati Ibuku. Limpahkanlah rahmat dan hidayah-Mu untuk diri ini sekeluarga.</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakso.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakso.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakso.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakso.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakso.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakso.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakso.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakso.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakso.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakso.wordpress.com/288/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=288&subd=lakso&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakso.wordpress.com/2009/05/30/doa-dari-ibunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a002d0b1bf2b74d14b3ddc764a303c0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">lakso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lakso.files.wordpress.com/2009/05/doa_ibu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">doa_ibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamatkan Sholat Shubuh Kami</title>
		<link>http://lakso.wordpress.com/2009/03/17/selamatkan-sholat-shubuh-kami/</link>
		<comments>http://lakso.wordpress.com/2009/03/17/selamatkan-sholat-shubuh-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 00:02:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lakso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Share it]]></category>
		<category><![CDATA[islam di luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[shalat berjamaah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakso.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[
Seperti yang pernah saya sampaikan di tulisan saya sebelumnya, salah satu kekhawatiran terbesar saya sebelum berangkat ke Jepang adalah  khawatir akan kehilangan kebiasaan shalat berjamaah di masjid. Saya pikir, bagi setiap muslim yang pergi merantau ke negeri yang mayoritas penduduknya non-muslim,  seharusnya mengalami kekhawatiran yang sama, at least khawatir tentang susahnya melaksanakan ibadah sholat 5 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=275&subd=lakso&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-277" title="sholat_jamaah_pakarfisika" src="http://lakso.files.wordpress.com/2009/03/sholat_jamaah_pakarfisika.jpg?w=300&#038;h=172" alt="sholat_jamaah_pakarfisika" width="300" height="172" /></p>
<p>Seperti yang pernah saya sampaikan di <a href="http://lakso.wordpress.com/2008/06/03/komunitas-muslim-di-iizuka/">tulisan saya sebelumnya</a>, salah satu kekhawatiran terbesar saya sebelum berangkat ke Jepang adalah  khawatir akan kehilangan kebiasaan shalat berjamaah di masjid. Saya pikir, bagi setiap muslim yang pergi merantau ke negeri yang mayoritas penduduknya non-muslim,  seharusnya mengalami kekhawatiran yang sama, <em>at least</em> khawatir tentang susahnya melaksanakan ibadah sholat 5 waktu. Kekhawatiran yang saya maksud di sini dapat dikarenakan reaksi lingkungan yang masih menganggap asing terhadap ibadah wajib setiap muslim ini, keluangan waktu untuk menunaikan ibadah ini, atau karena minimnya (bahkan mungkin tidak ada) masjid.<span id="more-275"></span></p>
<p>Saya sudah pernah bercerita bahwa, alhamdulillah, di sini saya masih bisa menunaikan ibadah shalat 5 waktu dengan tenang (dari segi waktu, tempat maupun respon dari teman-teman lab). Di awal kedatangan saya ke Jepang biasanya saya hanya dapat menunaikan sholat berjamaah hanya saat hari kerja saja dan sewaktu berada di kampus (karena musholanya ada di kampus). Alhamdulillah, semenjak bulan Ramadhan tahun lalu, di dormitori tempat saya tinggal, saya bersama saudara-saudara muslim yang lain bisa menumbuhkan dan mempertahankan kebiasaan sholat berjamaah untuk sholat shubuh tiap paginya dan sholat wajib lainnya saat hari libur, dengan kata lain kami bisa menunaikan sholat 5 waktu berjamaah, baik itu saat di kampus maupun saat di dormitori. Cukup dengan menggelar dua lembar tikar di aula dormitori, kami bisa menunaikan sholat berjamaah dengan nyaman. <em>Well</em>, bagi saya pribadi, hal ini bisa mengobati kerinduan dengan suasana masjid di Indonesia.</p>
<p>Tapi sebentar lagi situasinya akan berbeda. Mulai bulan depan, saya terancam akan kehilangan kebiasaan sholat 5 waktu berjamaah ini, khususnya sholat shubuh. Hal ini karena mulai bulan depan saya harus pindah dari dormitori ke apartemen. Apartemen saya yang baru merupakan kompleks apartemen yang dihuni oleh mahasiswa asing. Saya akan tinggal bersama dengan teman saya, mahasiswa dari Filipina. Memang di kompleks apartemen itu masih ada 2 orang mahasiswa asing yang muslim juga, tapi sepengetahuan saya mereka tidak biasa melaksanakan shalat berjamaah (semoga pendapat saya ini salah). Jujur, saya merasa sedih akan masalah kehilangan sholat shubuh berjamaah ini. Selain karena akan kehilangan keutamaan sholat berjamaahnya, saya juga akan kehilangan tausyiah tiap paginya karena setiap usai sholat shubuh ada saudara saya yang memberikan kultum. Hhh&#8230;.</p>
<p>Bersyukurlah untuk kalian yang masih bisa menunaikan ibadah sholat berjamaah di masjid tiap harinya, khususnya shalat shubuh. Bagi kalian yang belum? Ayo jangan sia-siakan kesempatan untuk menunaikan ibadah shalat berjamaah di masjid, sebelum nikmat beribadah itu dicabut dari diri kalian..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakso.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakso.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakso.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakso.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakso.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakso.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakso.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakso.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakso.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakso.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=275&subd=lakso&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakso.wordpress.com/2009/03/17/selamatkan-sholat-shubuh-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a002d0b1bf2b74d14b3ddc764a303c0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">lakso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lakso.files.wordpress.com/2009/03/sholat_jamaah_pakarfisika.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sholat_jamaah_pakarfisika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Adik-Adik Kami di Batam</title>
		<link>http://lakso.wordpress.com/2009/03/14/untuk-adik-adik-kami-di-batam/</link>
		<comments>http://lakso.wordpress.com/2009/03/14/untuk-adik-adik-kami-di-batam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 02:02:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lakso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa el'03]]></category>
		<category><![CDATA[sman 7 batam]]></category>
		<category><![CDATA[surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakso.wordpress.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaykum Wr Wb
Untuk adik-adikku di Batam &#8230;
Tahukah engkau ?
Hati ini menangis ketika mendengar adik-adik kami dipaksa oleh nasib untuk mengubur mimpi-mimpinya.
Tahukah engkau ?
Hati ini marah ketika sosok-sosok angkuh mengabaikan masa depan adik-adik kami.
Tahukah engkau ?
Hati ini geram ketika diri ini tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong adik-adik kami.
Kami tidak bisa tinggal diam!
Kami tidak bisa berpangku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=273&subd=lakso&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu&#8217;alaykum Wr Wb</p>
<p>Untuk adik-adikku di Batam &#8230;</p>
<p>Tahukah engkau ?<br />
Hati ini menangis ketika mendengar adik-adik kami dipaksa oleh nasib untuk mengubur mimpi-mimpinya.<br />
Tahukah engkau ?<br />
Hati ini marah ketika sosok-sosok angkuh mengabaikan masa depan adik-adik kami.<br />
Tahukah engkau ?<br />
Hati ini geram ketika diri ini tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong adik-adik kami.<br />
Kami tidak bisa tinggal diam!<br />
Kami tidak bisa berpangku tangan!</p>
<p>Untuk adik-adikku di Batam &#8230;<br />
Kalian tidak pernah sendiri &#8230;<br />
Dan kalian tidak akan pernah terabaikan.<br />
Meski kita terpisah begitu jauh dan belum pernah bersua,<br />
Kami akan selalu memperhatikan kalian<br />
Berusaha dengan segala daya yang kami punya<br />
Untuk membantu kalian menyambung asa.</p>
<p>Untuk adik-adikku di Batam &#8230;<br />
<span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Terima kasih</span> telah mengajari kami banyak  hal.<br />
Mengajari kami untuk bersyukur dengan setiap kondisi yang kami miliki saat ini.<br />
Mengajari kami untuk senantiasa berbagi dengan yang lain.<br />
Mengajari kami untuk terus berjuang menghadapi tantangan meski dalam keterbatasan.</p>
<p>Untuk adik-adikku di Batam &#8230;<br />
Sungguh ingin diri ini melihat kalian<br />
Tersenyum dan bangkit kembali untuk mengejar cita<br />
Sungguh ingin diri ini merasakan<br />
Semangat dan tekad kalian untuk mewujudkan harapan</p>
<p>&#8230;.<br />
&#8230;.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaykum Wr. Wb.</p>
<p>Salam hangat untuk adik-adikku,<br />
Dari diri yang merindu untuk bertemu kalian</p>
<p>Iizuka, 13 Maret 2009  23.28</p>
<p>Lakso</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakso.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakso.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakso.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakso.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakso.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakso.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakso.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakso.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakso.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakso.wordpress.com/273/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=273&subd=lakso&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakso.wordpress.com/2009/03/14/untuk-adik-adik-kami-di-batam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a002d0b1bf2b74d14b3ddc764a303c0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">lakso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Together We Make a Change !</title>
		<link>http://lakso.wordpress.com/2009/03/08/together-we-make-a-change/</link>
		<comments>http://lakso.wordpress.com/2009/03/08/together-we-make-a-change/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 14:30:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lakso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa el'03]]></category>
		<category><![CDATA[sman 7 batam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakso.wordpress.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[
Bersyukurlah jika hingga saat ini kita masih bisa dengan bebas menentukan pilihan masa depan kita.
Bersyukurlah jika hingga saat ini kita masih atau telah mengenyam pendidikan yang tinggi.
Akhir pekan ini sangat menyenangkan. Setelah tertunda selama seminggu, akhirnya essay yang dibuat oleh siswa-siswi SMAN 7 Batam saya terima. Yap, essay yang mereka buat sebagai bagian dari proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=262&subd=lakso&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-264" title="logo-baru" src="http://lakso.files.wordpress.com/2009/03/logo-baru.jpg?w=300&#038;h=118" alt="logo-baru" width="300" height="118" /></p>
<blockquote><p>Bersyukurlah jika hingga saat ini kita masih bisa dengan bebas menentukan pilihan masa depan kita.</p>
<p>Bersyukurlah jika hingga saat ini kita masih atau telah mengenyam pendidikan yang tinggi.</p></blockquote>
<p>Akhir pekan ini sangat menyenangkan. Setelah tertunda selama seminggu, akhirnya essay yang dibuat oleh siswa-siswi SMAN 7 Batam saya terima. Yap, essay yang mereka buat sebagai bagian dari proses seleksi Beasiswa EL&#8217;03. Apa itu Beasiswa EL&#8217;03 ? Baiklah, saya akan berbagi dengan kalian tentang awal mulanya program Beasiswa EL&#8217;03.</p>
<p>Sudah terlalu sering saya membaca atau mendengar cerita sedih tentang pendidkan di Indonesia. Mulai cerita anak-anak Indonesia yang dipaksa oleh keadaan untuk memupus cita-citanya dan berhenti sekolah, gedung sekolah yang dibiarkan dalam kondisi yang memprihatinkan selama bertahun-tahun tanpa ada perhatian dari pemerintah setempat,  tentang keserakahan oknum-oknum yang mengkorupsi dana pendidikan, dan masih banyak cerita sedih lainnya. Marah, sedih, geram, semua bercampur menjadi satu. Cerita suram ini harus diakhiri! Tapi bagaimana caranya? Menunggu menjadi kaya dulu kemudian mendirikan sekolah gratis? Ah terlalu lama! Siapa yang menjamin saya masih diberikan umur panjang oleh-Nya dan memiliki rizki yang berlimpah di masa yang akan datang?<span id="more-262"></span></p>
<p>Hingga akhirnya pencerahan itu datang. Suatu hari di bulan Desember 2008, saya menerima email dari salah satu rekan EL&#8217;99 di mailing list alumni EL yang berisi buletin angkatan EL&#8217;99. Mata saya berbinar ketika membaca buletin ini. Ini dia solusinya! Angkatan EL&#8217;99 memiliki program beasiswa angkatan yang telah berhasil membantu membiayai siswa-siswa di SMA Babakan Cirebon. Yatta! Langsung terpikir dalam benak saya untuk membuat program angkatan yang serupa di angkatan saya.</p>
<p>Saya teliti lagi konsep yang sudah dijalankan oleh EL&#8217;99, hmm &#8230;ternyata tidak sulit kok dan sederhana sekali! Lalu saya hitung berapa potensi dana yang dapat dikumpulkan dari rekan-rekan satu angkatan saya dalam setahun. Berikut ini perhitungan sederhananya : Jika ada 170 orang di angkatan saya, dan tiap bulannya setiap orang menyisihkan 50 ribu rupiah, maka &#8230; wow! Potensi dana yang terkumpul bisa mencapai 102 juta rupiah!!  Sekarang berapa sih potensi jumlah siswa yang bisa dibantu dalam setahun? Jika biaya SPP per bulan setiap siswa adalah 50 ribu, maka dari potensi dana yang terkumpul tadi potensi siswa yang dapat dibantu adalah 170 orang siswa ! Wow..! Saya makin bersemangat untuk merealisasikannya dan yakin program beasiswa ini bisa direalisasikan.</p>
<p>Langkah berikutnya adalah bagaimana meyakinkan rekan-rekan satu angkatan. Dengan karakter angkatan yang terdiri atas orang-orang yang berpendidikan (paling tidak S1) dan kritis, maka saya berpendapat bahwa angkatan saya tidak bisa hanya sekedar diajak saja. Akhirnya saya memutuskan melakukan pendekatan secara rasional. Saya menawarkan konsep program beasiswa EL&#8217;03 ini dalam bentuk Q &amp; A (Question &amp; Answer), yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul di benak rekan-rekan saya. Konsep ini saya kirimkan ke mailing list angkatan. Saya yakin bahwa untuk memulai program ini, yang harus segera dimulai adalah pengumpulan dananya, masalah konsep penyaluran beasiswa dapat dibahas sambil lalu.  Selain itu, saya juga melobi beberapa <em>pentolan</em> di angkatan saya untuk berdiskusi lebih intens dan mengumpulkan dukungan. Alhamdulillah, setelah melobi-lobi rekan-rekan seangkatan dan berdiskusi di milis angkatan, sebagian besar rekan-rekan seangkatan mendukung program ini dan akhirnya segera dibuat rekening Beasiswa EL&#8217;03 (<em>thanks to</em> Ade &amp; Sa).</p>
<p>Sejak saya terpikir untuk membuat program Beasiswa EL&#8217;03 ini, saya sadar bahwa kendala yang paling mungkin muncul adalah bagaimana mengkoordinasikan rekan-rekan seangkatan. Saya sadar, bahwa di saat inisiasi program beasiswa EL&#8217;03 nanti atau bahkan tidak hanya saat inisiasi,  saya tidak akan langsung mendapatkan bantuan suka rela dari rekan-rekan saya, artinya saya harus meng<em>handle</em> semuanya sendirian. Well, saya sudah siap untuk itu, saya siap menjadi orang terakhir yang memastikan bahwa program EL&#8217;03 ini berjalan&#8230;demi memupus cerita sedih yang telah saya sebutkan di awal.</p>
<p>Dan dimulailah aksi <em>hyperthreading</em>. Di sela-sela kesibukan kuliah, riset, dan kerja part-time, saya menyempatkan untuk mengurus program Beasiswa EL&#8217;03. Menyenangkan! Saya menikmati sekali menyiapkan program beasiswa ini, meski hal ini menyedot konsentrasi dan waktu saya. Mulai dari membuat <em>printilan-printilan</em> (baca perangkat, aksesoris) program beasiswa seperti logo, blog, dan akun facebook hingga mengelola diskusi-diskusi lewat milis atau YahooMessenger. Hal-hal teknis terkait penyaluran beasiswa dan masalah-masalah teknis lainnya yang sebelumnya masih buram, sedikit demi sedikit mulai tercerahkan lewat diskusi-diskusi yang dilakukan. Kekhawatiran untuk susah menemukan penerima beasiswa yang tepat juga dapat terpecahkan setelah salah satu rekan di angkatan saya merekomendasikan untuk membantu SMA di daerahnya yang mayoritas berasal dari keluarga nelayan tradisional (<em>thanks to</em> Kiki).</p>
<p>Alhamdulillah, sedikit demi sedikit dana mulai terkumpul dan rekan-rekan satu angkatan mulai <em>aware</em> akan isu Beasiswa EL&#8217;03 ini. Perkiraan awal saya, butuh waktu paling tidak 1 tahun untuk siap mencairkan dan menyerahkan dana beasiswa kepada siswa yang berhak. Tapi, ternyata hal ini di luar perkiraan saya. Alhamdulillah di bulan ketiga berjalannya program beasiswa ini, kami dapat mencairkan dan menyerahkan dana Beasiswa EL&#8217;03. <em>I&#8217;m really excited! </em>Yosh..!!</p>
<p>Edisi perdana pencairan dana Beasiswa EL&#8217;03 akan diserahkan kepada 10 orang siswa-siswi SMAN 7 Batam, pada tanggal 14 Maret 2009 nanti. Total dana yang akan dicairkan adalah 7,2 juta rupiah yang merupakan biaya untuk melunasi SPP 10 orang siswa selama setahun. Seleksi siswa-siswi ini tidak hanya ditentukan dari data ekonomi dan akademik saja, tetapi juga faktor kesungguhan dan keseriusan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.</p>
<p>Faktor kesungguhan siswa kami tentukan dari essay yang harus mereka buat. Tema essay untuk seleksi ini adalah &#8220;Setelah Aku Lulus SMA, Aku Ingin&#8230;&#8221;. Kalau kalian punya waktu luang, coba saja mampir ke <a href="http://beasiswael03.wordpress.com">blog Beasiswa EL&#8217;03</a> dan ikut serta memberikan penilaian dan komentar. Menyenangkan membaca essay-essay mereka. Kadang lucu, karena ada beberapa kesalahan tata kalimat, ejaan, pemilihan kata, atau gaya berceritanya yang unik, tapi juga kadang ikut prihatin mengetahui kondisi mereka. Ada banyak harapan dan cita-cita yang mereka tuliskan (sayang, belum ada yang bercita-cita menjadi <em>engineer</em>.. mungkin karena faktor lingkungan, mereka tidak menemukan figur <em>engineer</em>).  Ah, sayang sekali saya tidak bisa bertemu langsung dengan mereka. Sungguh ingin rasanya diri ini menatap wajah-wajah mereka, melihat senyum mereka, merasakan semangat mereka, berbincang dengan mereka untuk berbagai..ah, semoga di lain waktu hal ini bisa terwujud.</p>
<p><em>Anyway</em>, seperti yang telah saya tuliskan di bagian prolog tulisan ini, saya bersyukur 2 hal dari tulisan-tulisan mereka. Bersyukur karena saya masih memiliki kebebasan untuk mengukir masa depan saya tanpa dibatasi faktor keadaan seperti mereka. Dan bersyukur karena saya masih memperoleh kesempatan untuk masih dapat mengenyam pendidikan yang tinggi hingga saat ini. Yang jelas ini semakin memperkuat tekad saya bahwa segala ilmu dan pengetahuan yang saya pelajari saat ini kelak harus dapat bermanfaat bagi umat. Dan tentunya saya akan terus berusaha untuk memelihara asa adik-adik saya yang ada di Indonesia dan yang berada dalam kondisi yang tidak seberuntung saya, lewat program Beasiswa EL&#8217;03 ini. Masih banyak ide di dalam benak saya untuk mengembangkan program Beasiswa EL&#8217;03.</p>
<p>Sekarang giliran kalian. Ayo galang teman-teman kalian, teman-teman kuliah, rekan-rekan kantor, teman-teman <em>nongkrong</em> kalian, atau siapapun untuk mulai membantu anak-anak di Indonesia melanjutkan sekolahnya. Buat program-program yang lebih hebat lagi. Mereka, anak-anak Indonesia yang terancam terputus pendidikan dan mengubur masa depannya  ada di sekitar kita. Hidup ini terlalu picik jika hanya kita gunakan untuk memikirkan kepuasan dan kesenangan pribadi saja. Jangan sampai di akhirat nanti kita dimintai pertanggungjawaban karena menyia-nyiakan saudara-saudara yang ada di sekitar kita yang membutuhkan pertolongan kita.</p>
<p>** Terima kasih untuk teman-teman EL&#8217;03 yang telah berpartisipasi dalam program Beasiswa EL&#8217;03 ini. Mari kita terus perjuangkan program ini kawan! Untuk kalian yang belum berpartisipasi, kami akan selalu menunggu kalian. <em>Together We Make a Change!</em></p>
<p><em>Terima kasih kawan sudah mau berlari bersamaku</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakso.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakso.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakso.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakso.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakso.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakso.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakso.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakso.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakso.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakso.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=262&subd=lakso&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakso.wordpress.com/2009/03/08/together-we-make-a-change/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a002d0b1bf2b74d14b3ddc764a303c0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">lakso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lakso.files.wordpress.com/2009/03/logo-baru.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">logo-baru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sensei&#8217;s Quotes</title>
		<link>http://lakso.wordpress.com/2009/02/28/senseis-quotes/</link>
		<comments>http://lakso.wordpress.com/2009/02/28/senseis-quotes/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 05:44:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lakso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Share it]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakso.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[
Ok, berikut ini beberapa quote dari sensei saya,
Give me an intuitive answer !
Kata-kata yang sering diucapkan oleh Ochi-sensei ketika berdiskusi bersama anggota lab. Beliau selalu menekankan kepada anggota labnya untuk memahami permasalahan secara komprehensif.
O&#8217;o.. it is not good.    /   No, it is wrong.
Seringkali diucapkan saat menemui kondisi yang buruk atau saat menemukan kesalahan pada pekerjaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=250&subd=lakso&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-255" title="sensei" src="http://lakso.files.wordpress.com/2009/02/sensei.gif?w=210&#038;h=300" alt="sensei" width="210" height="300" /></p>
<p>Ok, berikut ini beberapa <em>quote</em> dari sensei saya,<span id="more-250"></span></p>
<blockquote><p><em>Give me an intuitive answer !</em></p></blockquote>
<p>Kata-kata yang sering diucapkan oleh Ochi-sensei ketika berdiskusi bersama anggota lab. Beliau selalu menekankan kepada anggota labnya untuk memahami permasalahan secara komprehensif.</p>
<blockquote><p><em>O&#8217;o.. it is not good.    /   No, it is wrong.</em></p></blockquote>
<p>Seringkali diucapkan saat menemui kondisi yang buruk atau saat menemukan kesalahan pada pekerjaan kami.</p>
<blockquote><p><em>Wow, you made it by yourself? So, you don&#8217;t need a wife (and then laughing)</em></p></blockquote>
<p>Diucapkan saat sensei melihat saya makan siang dengan bekal makan siang yang saya buat sendiri di rumah.</p>
<blockquote><p><em>Good job !</em></p></blockquote>
<p>Diucapkan saat kami berhasil menyelesaikan tugas dari sensei.</p>
<blockquote><p><em>Sensei : No, it is wrong Kanji. Maeda wrote wrong kanji.</em></p>
<p><em>My friend : Eh, really? I don&#8217;t know sensei.<br />
</em></p>
<p><em>Sensei : Maeda isn&#8217;t a true Japanese. Just look at his face.</em></p>
<p><em>My friend : Really? From what country is he?</em></p>
<p><em>Sensei : He he he.. no I just kidding</em></p></blockquote>
<p>Saat sensei memeriksa form aplikasi beasiswa teman saya (mahasiswa asing) yang diisi oleh teman jepang satu lab saya.</p>
<blockquote><p><em>Sensei : Yeah this is a popular coffee brand. I often read in Indonesia coffe pack.. Kopi Bubuk</em></p></blockquote>
<p>Diucapkan saat teman saya membawakan oleh-oleh kopi dari Indonesia.</p>
<blockquote><p><em>Sensei : What do you say in Indonesia language when you want to say &#8216;kanpai&#8217; ?</em></p>
<p><em>My friend : Bismillah</em></p>
<p><em>Sensei : Ok, everybody say &#8216;Bismillah&#8217;&#8230;!</em></p>
<p><em>All lab&#8217;s member : Bismillah..!!<br />
</em></p></blockquote>
<p>Diucapkan saat akan membuka pesta kelulusan anggota lab yang diadakan di lab. (<em>Kanpai</em>, adalah kata-kata yang diucapkan oleh orang Jepang saat akan memulai sebuah acara, biasanya dibuka dengan minum-minum).</p>
<p>Lain kali saya akan bercerita tentang sensei saya.   <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakso.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakso.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakso.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakso.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakso.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakso.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakso.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakso.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakso.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakso.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=250&subd=lakso&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakso.wordpress.com/2009/02/28/senseis-quotes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a002d0b1bf2b74d14b3ddc764a303c0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">lakso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lakso.files.wordpress.com/2009/02/sensei.gif?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">sensei</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nostalgia Sandiwara</title>
		<link>http://lakso.wordpress.com/2009/02/08/nostalgia-sandiwara/</link>
		<comments>http://lakso.wordpress.com/2009/02/08/nostalgia-sandiwara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 04:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lakso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[sandiwara radio]]></category>
		<category><![CDATA[saur sepuh]]></category>
		<category><![CDATA[tutur tinular]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakso.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda masih ingat dengan nama-nama legendaris ini Brama Kumbara, Lasmini, Mantili, Arya Kamandanu, hingga Rakuti? Siapa mereka? Yap, ini nama-nama tokoh dari beberapa sandiwara radio jaman dulu. Ada apa dengan mereka?
Kemarin malam saya baru saja terlibat obrolan seru dengan salah satu teman saya, yaitu obrolan tentang sandiwara radio dan film yang populer di tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=238&subd=lakso&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apakah anda masih ingat dengan nama-nama legendaris ini Brama Kumbara, Lasmini, Mantili, Arya Kamandanu, hingga Rakuti? Siapa mereka? Yap, ini nama-nama tokoh dari beberapa sandiwara radio jaman dulu. Ada apa dengan mereka?</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-237" title="saur-sepuh-11" src="http://lakso.files.wordpress.com/2009/02/saur-sepuh-11.jpg?w=222&#038;h=222" alt="saur-sepuh-11" width="222" height="222" /><span id="more-238"></span>Kemarin malam saya baru saja terlibat obrolan seru dengan salah satu <a href="http://faiderman.blogspot.com/">teman saya</a>, yaitu obrolan tentang sandiwara radio dan film yang populer di tahun 90-an. Ok kita coba ambil beberapa sampelnya, yang pertama mulai dari sandiwara radio &#8220;Saur Sepuh&#8221;. Serial sandiwara radio garapan Niki Kosasih ini mampu menghipnotis jutaan pendengarnya, dan saya termasuk salah satunya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Serial berlatar belakang masa kerajaan Majapahit ini menghadirkan tokoh utama Brama Kumbara sang Satria Madangkara. Saya ingat sekali, saya masih seusia anak SD kelas 2 ketika menjadi pendengar setia serial sandiwara radio ini. Sepulang sekolah ketika jam siarannya telah tiba, saya sudah <em>standby</em> di samping radio dan mendengarkan dengan serius.</p>
<p>Sampel yang kedua adalah &#8220;Tutur Tinular&#8221;. Senada dengan Saur Sepuh, sandiwara radio ini juga menjadi primadona di jamannya. Cerita Arya Kamandanu dengan pedang Naga Puspa-nya selalu dinantikan para pendengar setianya. Satu lagi sandiwara radio yang berjaya di tahun 90-an adalah &#8220;Misteri Gunung Merapi&#8221; dengan tokoh antagonisnya Mak Lampir. Pada jaman dulu, serial ini sudah bisa membuat bulu kuduk para pendengarnya berdiri, <em>at least</em> bagi lakso kecil yang masih kelas 2 SD <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Di era 90-an, radio merupakan salah satu media hiburan yang paling digemari masyarakat, tentunya ini karena terbatasnya alternatif hiburan pada saat itu. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika serial sandiwara radio yang sudah saya sebutkan sebelumnya sangat digandrungi oleh banyak orang. Cukup dengan mendengarkan saja, emosi para pendengar sudah bisa ikut teraduk-aduk. Para pendengarnya bebas berimajinasi memvisualisasikan adegan yang sedang ia dengar. Suara<em> &#8216;ciaat&#8230;!&#8217;</em> , dentingan pedang yang beradu, hingga derap kuda membuat kita terbayang bagaimana seru dan menegangkannya adegan yang diceritakan. Kita bebas menerjemahkan seperti apa dan bagaimana karakter di dalam sandiwara itu, misalnya membayangkan bagaimana gagahnya Brama Kumbara ketika terbang bersama burung garuda raksasanya, bagaimana saktinya pedang Naga Puspa milik Arya Kamandanu yang ketika baru dilepaskan dari sarung pedangnya saja sudah bisa membuat musuh-musuhnya gemetaran, atau bagaimana sadisnya Mak Lampir ketika meminum darah bayi yang dijadikan tumbal.</p>
<p>Lalu bagaimana film-film di era 90-an? Sukses di radio, beberapa cerita sandiwara radio dibawa ke layar lebar dan beberapa tokohnya diperankan oleh orang-orang yang sama yang menjadi pengisi suara di sandiwara radionya.  Cerita Saur Sepuh dan Tutur Tinular versi layar lebar ini bagus, meski mungkin ada beberapa kekecewaan ketika tahu bahwa yang selama ini mengisi suara di radio badannya tidak segagah tokoh yang kita bayangkan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Anyway, menurut saya sebagai film kolosal pada jaman itu, film Saur Sepuh dan Tutur Tinular ini tidak kalah dengan Lord of The Ring saat ini. Adegan pertempuran yang melibatkan ratusan orang, aksi pertarungan yang seru, hingga alur cerita yang menarik. Dan tentu saja, versi film Saur Sepuh dan Tutur Tinular ini jauh lebih baik dari sinetron-sinetron laga kolosal yang ada di TV saat ini. Coba saja bandingkan akting para aktor dan aktrisnya, hingga pakaian dan aksesoris yang dikenakan.  Film jaman dulu, pakaian yang dikenakan oleh aktornya  mirip dengan pakaian daerah sebenarnya, sedangkan di film jaman sekarang pakaian-pakaiannya sudah dicampur dengan model fashion saat ini, jadi terlihat aneh.</p>
<p>Film era 90-an lainnya yang menurut saya juga menarik adalah film tentang Wali Songo yang berjudul &#8220;Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar&#8221;. Dedi Mizwar sukses memerankan tokoh Sunan Kalijaga yang kalem tapi berwibawa, sungguh sangat jauh berbeda dengan tokoh pak haji atau kyai di dalam sinetron-sinetron horor saat ini. Dialog-dialog dalam film Walisongo ini berbobot dan penuh nasihat. Film ini juga memberikan gambaran bagaimana para Wali Songo mendakwahkan agama Islam di pulau Jawa melalui kebudayaan daerah setempat. Film ini juga memberikan pelajaran bagaimana pendekatan lewat dialog yang dikedepankan terlebih dahulu ketika menyikapi adanya aliran sesat, bukan dengan kekerasan.</p>
<p>Ada lagi satu film jaman dulu yang menurut saya sangat legendaris. Film yang menurut teman saya yang lain merupakan film uji nyali bagi anak-anak SD. Film itu adalah film &#8220;Penumpasan G30S-PKI&#8221; yang pada masa orde baru selalu ditayangkan oleh pemerintah pada tanggal 30 September. Terlepas dari berbagai kontroversi sejarah yang menyertai film ini, film ini sukses membuat para penontonnya tercekam dan tegang. <em>Backsound</em>-nya yang khas membuat kita merinding, akting para pemainnya juga bagus. Berikut ini petikan obrolan saya semalam ketika membahas film G30S-PKI :</p>
<blockquote><p>me (2009/02/07 22:59:11): adegan yg diinget.. pas ada jendral yg dijemput dirumahnya, menolak, terus ditembak mati.. trus ada anggota keluarganya yg nangis2 sambil meraup darah jendralnya ke mukanya..<br />
myfriend (2009/02/07 22:59:40): iyaaa<br />
myfriend (2009/02/07 22:59:41): ingat banget tuh<br />
myfriend (2009/02/07 22:59:41): panjaitan<br />
myfriend (2009/02/07 23:00:08): meraup darah sambil nangis teriak &#8220;papaaa&#8230;&#8221;<br />
myfriend (2009/02/07 23:00:42): ih, mencekam lah pokoknya<br />
myfriend (2009/02/07 23:01:21): rasa bakal ada orang yang mengepung rumah kita<br />
myfriend (2009/02/07 23:01:21): sampai membayangkan tempat2 rahasia di rumah untuk sembunyi</p></blockquote>
<p>Hehe..bagaimana dengan Anda? Sandiwara radio atau film jaman dulu apa yang berkesan bagi Anda?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakso.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakso.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakso.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakso.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakso.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakso.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakso.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakso.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakso.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakso.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=238&subd=lakso&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakso.wordpress.com/2009/02/08/nostalgia-sandiwara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a002d0b1bf2b74d14b3ddc764a303c0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">lakso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lakso.files.wordpress.com/2009/02/saur-sepuh-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">saur-sepuh-11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karena Niat Baik Saja Belum Cukup &#8230;</title>
		<link>http://lakso.wordpress.com/2009/01/31/karena-niat-baik-saja-belum-cukup/</link>
		<comments>http://lakso.wordpress.com/2009/01/31/karena-niat-baik-saja-belum-cukup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 14:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lakso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[ikhtiar]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakso.wordpress.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda punya cita-cita? Atau.. apakah Anda sedang / pernah berniat melakukan suatu kebaikan? Apakah Anda sudah berusaha untuk mewujudkannya? Sudah seberapa keras usaha Anda berjuang untuk mewujudkannya?

Seringkali saya bertemu dengan teman atau orang-orang di sekitar saya yang memiliki cita-cita tinggi, hebat, dan mulia, serta bermacam-macam niat baik lainnya. Sebagai contoh, banyak teman-teman saya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=233&subd=lakso&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apakah anda punya cita-cita? Atau.. apakah Anda sedang / pernah berniat melakukan suatu kebaikan? Apakah Anda sudah berusaha untuk mewujudkannya? Sudah seberapa keras usaha Anda berjuang untuk mewujudkannya?</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-234" title="langkah-imil" src="http://lakso.files.wordpress.com/2009/01/langkah-imil.jpg?w=300&#038;h=291" alt="langkah-imil" width="300" height="291" /><span id="more-233"></span></p>
<p>Seringkali saya bertemu dengan teman atau orang-orang di sekitar saya yang memiliki cita-cita tinggi, hebat, dan mulia, serta bermacam-macam niat baik lainnya. Sebagai contoh, banyak teman-teman saya yang bercita-cita untuk kelak menjadi seorang teknokrat yang memiliki kompetensi yang tinggi di bidangnya, ada juga yang bercita-cita menjadi seorang entrepreneur yang sukses dan memiliki perusahaan sendiri, ada yang berniat untuk lebih tekun belajar agama, atau ada pula yang mengagumi tokoh tertentu lalu ingin meneladaninya dan masih banyak lagi lainnya. Saya sendiri? Yang jelas hingga saat ini saya sendiri masih memegang cita-cita yang telah saya canangkan sejak tiga tahun lalu, lain waktu saya akan coba berbagi cerita dengan Anda tentang cita-cita saya. Anyway, saya sangat menghargai, mengapresiasi, dan mendukung semua cita-cita dan niat baik teman-teman saya. Untuk Anda yang merasa belum memiliki cita-cita, ayo coba pikirkan dan renungkan hal-hal apa yang ingin anda lakukan di masa depan. Jangan pernah takut untuk bermimpi dan jangan pernah takut untuk memiliki cita-cita setinggi langit. Bercita-cita itu gratis kok dan setiap orang bisa melakukannya. Tapi&#8230;, apakah sudah cukup hanya sampai dengan memiliki cita-cita yang tinggi atau niat baik saja?</p>
<p>Dari sekian banyak teman-teman saya, ternyata tidak semuanya serius dan bersungguh-sungguh untuk berusaha mewujudkan cita-cita dan niat baiknya. Ada yang berhenti hanya sampai di lisan saja. Ada pula yang masih ragu-ragu ketika dihadapkan pada pilihan untuk memilih jalan yang sukar guna mengejar cita-citanya atau memilih jalan yang mudah dan mengubur cita-citanya. Kawan, mahar dari sebuah cita-cita adalah kerja keras dan pengorbanan. Tidak ada ceritanya sebuah kesuksesan itu diperoleh dengan berleha-leha atau dengan kita hanya terus berlindung dibalik selimut kenyamanan kita selama ini. Apakah kalian masih berpikir seperti ini,</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Ah, saya akan mewujudkan cita-cita saya jika jalannya mudah saja&#8221;</em> ?</p></blockquote>
<p>Atau mungkin berpikir seperti ini,</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Waduh, jalannya sulit.. saya tunggu dulu ah sampai saya menemukan jalan yang lebih mudah&#8221;</em>?</p></blockquote>
<p>Pertimbangan dalam mengambil keputusan itu memang penting, tapi bukan berarti itu selalu menjadi alasan bagi kita untuk menghindar menempuh jalan yang sulit untuk mengejar cita-cita kita. Tidak selamanya kita dapat terus menerus menghindar dari namanya kesulitan, suatu saat kita harus berani mengambil jalan terjal itu. Memang jalan itu susah, terjal, berduri, panjang dan berliku. Tapi yakinlah, ketika kita menghadapi sebuah kesusahan, Yang Maha Mengetahui telah mengetahui dan mengukur kadar kemampuan kita untuk mengatasinya.</p>
<blockquote><p><em>Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Q.S. Al-Baqarah : 286)</em></p></blockquote>
<p>Ketika menghadapi kesusahan, jangan pernah bersedih dan berputus asa karena Yang Maha Pemberi Masalah juga merupakan Yang Maha Memiliki Semua Solusi. Mengejar cita-cita di dunia juga jangan sampai membuat kita melupakan cita-cita sejati yang seharusnya kita tanamkan di dalam diri kita.</p>
<blockquote><p><em>Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keberuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan di dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat. (Q.S.Asy-Syuuraa : 20)</em></p></blockquote>
<p>Mari kita berjuang bersama mewujudkan cita-cita. Jangan pernah takut melangkah dan menempuh jalan terjal di depan kita. Ingatlah bahwa kita tidak berjalan sendirian. Kawan.., sebagai penutup hanya ini yang dapat saya katakan</p>
<blockquote><p><em>Cita-cita itu bukan hanya untuk disimpan di dalam angan-angan, tetapi untuk diperjuangkan menjadi kenyataan.</em></p></blockquote>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakso.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakso.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakso.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakso.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakso.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakso.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakso.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakso.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakso.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakso.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakso.wordpress.com&blog=3731325&post=233&subd=lakso&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakso.wordpress.com/2009/01/31/karena-niat-baik-saja-belum-cukup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a002d0b1bf2b74d14b3ddc764a303c0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">lakso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lakso.files.wordpress.com/2009/01/langkah-imil.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">langkah-imil</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>