Archive for the Opinion Category

Antara Ironi dan Relativitas

Posted in Opinion with tags , , , on December 19, 2009 by lakso

Tahukah kalian apa itu ‘ironi‘?

Ironi menurut definisi saya adalah :

Ketika musim dingin dalam kondisi kelaparan dan menggigil kedinginan, karena berada dalam ruangan tanpa penghangat, kita (terpaksa atau dipaksa oleh perut yang sudah menuntut haknya untuk diisi) memasak lauk pauk dan berusaha membuatnya selezat mungkin (paling tidak menurut lidah kita sendiri :P ).  Ternyata… seusai memasak lauk pauk dan ingin segera bersantap kita baru sadar ….  kita belum memasak nasi… !_ _

Definisi di atas tidak  berlaku bagi anda yang :

  1. Pada kondisi tersebut memiliki makanan pokok pengganti nasi (roti, sagu, atau makanan berkarbohidrat lainnya)
  2. Anda tidak berprinsip ‘menganggap diri anda belum makan sebelum anda makan nasi’

Tahukah kalian apa itu ‘relativitas‘?

Relativitas menurut definisi saya adalah :

Ketika kita sudah membuat masakan dalam porsi besar dan berharap masakan tersebut bisa cukup untuk 3-5 kali porsi makan sehingga kita tidak perlu repot-repot memasak lagi. Ternyata … masakan yang baru kita buat habis dalam 2 kali porsi makan. Di sini ada 2 buah relativitas. Pertama, relativitas kuantitas masakan yang kita buat atau dengan kata lain kita belum cukup banyak membuat masakan. Yang kedua adalah relativitas rasa dari masakan yang kita buat..ternyata masakan kita enak sekali, hingga kita tidak sadar mengambil porsi makan yang lebih banyak daripada biasanya  :P (untuk kasus relativitas yang kedua ini, penilaian rasa masakan bisa sangat subjektif..)

Peringatan :
Jika anda tiba di halaman blog ini karena anda ingin mencari arti kata dari ‘ironi’ dan ‘relativitas’, sebaiknya anda meneruskan pencarian di website yg lain. Penulis tidak bertanggung jawab atas pemahaman kata ‘ironi’ dan ‘relativitas’ yang absurd.
Hoho..I missed my blog. Well, have a nice blogging! ^^ (ditulis di sela-sela bertumpuknya laporan kuliah)

Kembali

Posted in Opinion on October 31, 2009 by lakso

Blog ini tampak kusam. Sudah sekian lama saya belum menulis lagi, tepatnya sudah 2 bulan 16 hari saya absen menulis. Apakah saya sudah bosan menulis? Tidak, saya masih suka menulis dan ingin terus menulis. Lalu kenapa tidak membuat tulisan baru? Apakah karena sibuk? Bisa saja saya menggunakan alibi ini, tapi saya rasa bukan kesibukan saya yang menjadi penyebabnya. Tapi lebih dikarenakan mood menulis saya yang fluktuatif. Hingga saat ini sebenarnya ada 10 draft yang tersimpan di blog saya belum sempat untuk diselesaikan. Dan ketika saya menunda untuk menyelesaikan sebuah tulisan, maka susah untuk mendapatkan feel yang sama ketika pertama kali saya memutuskan untuk membuat tulisan itu.

Saya benar-benar kangen menulis di blog ini. Saya ingin segera menuangkan ide-ide, cerita, dan rasa saya dalam tulisan. Saya akan segera kembali, tunggu saja …

Orang Jepang itu …

Posted in Opinion with tags , , on June 10, 2009 by lakso
Picture is taken from http://www.flickr.com/photos/ajpscs/300358440/

Picture is taken from http://www.flickr.com/photos/ajpscs/300358440/

Manusia itu adalah mahluk yang unik dan selalu menarik untuk ditelisik. Maha Suci Allah yang menciptakan manusia dengan karakter yang beragam.

Bagaimana dengan orang Jepang? Sebenarnya sudah lama beberapa teman saya  meminta saya untuk menulis tentang sifat dan karakter orang Jepang. Well, inilah saatnya saya menulis tentang hal ini. Waktu 14 bulan tinggal di Jepang hingga saat ini, saya rasa sudah cukup bagi saya untuk bisa memberikan penilaian objektif tentang sifat dan karakter orang Jepang.

Orang Jepang itu … Read more »

Untuk Adik-Adik Kami di Batam

Posted in Opinion with tags , , on March 14, 2009 by lakso

Assalamu’alaykum Wr Wb

Untuk adik-adikku di Batam …

Tahukah engkau ?
Hati ini menangis ketika mendengar adik-adik kami dipaksa oleh nasib untuk mengubur mimpi-mimpinya.
Tahukah engkau ?
Hati ini marah ketika sosok-sosok angkuh mengabaikan masa depan adik-adik kami.
Tahukah engkau ?
Hati ini geram ketika diri ini tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong adik-adik kami.
Kami tidak bisa tinggal diam!
Kami tidak bisa berpangku tangan!

Untuk adik-adikku di Batam …
Kalian tidak pernah sendiri …
Dan kalian tidak akan pernah terabaikan.
Meski kita terpisah begitu jauh dan belum pernah bersua,
Kami akan selalu memperhatikan kalian
Berusaha dengan segala daya yang kami punya
Untuk membantu kalian menyambung asa.

Untuk adik-adikku di Batam …
Terima kasih telah mengajari kami banyak hal.
Mengajari kami untuk bersyukur dengan setiap kondisi yang kami miliki saat ini.
Mengajari kami untuk senantiasa berbagi dengan yang lain.
Mengajari kami untuk terus berjuang menghadapi tantangan meski dalam keterbatasan.

Untuk adik-adikku di Batam …
Sungguh ingin diri ini melihat kalian
Tersenyum dan bangkit kembali untuk mengejar cita
Sungguh ingin diri ini merasakan
Semangat dan tekad kalian untuk mewujudkan harapan

….
….

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Salam hangat untuk adik-adikku,
Dari diri yang merindu untuk bertemu kalian

Iizuka, 13 Maret 2009  23.28

Lakso

Together We Make a Change !

Posted in Opinion with tags , , , on March 8, 2009 by lakso

logo-baru

Bersyukurlah jika hingga saat ini kita masih bisa dengan bebas menentukan pilihan masa depan kita.

Bersyukurlah jika hingga saat ini kita masih atau telah mengenyam pendidikan yang tinggi.

Akhir pekan ini sangat menyenangkan. Setelah tertunda selama seminggu, akhirnya essay yang dibuat oleh siswa-siswi SMAN 7 Batam saya terima. Yap, essay yang mereka buat sebagai bagian dari proses seleksi Beasiswa EL’03. Apa itu Beasiswa EL’03 ? Baiklah, saya akan berbagi dengan kalian tentang awal mulanya program Beasiswa EL’03.

Sudah terlalu sering saya membaca atau mendengar cerita sedih tentang pendidkan di Indonesia. Mulai cerita anak-anak Indonesia yang dipaksa oleh keadaan untuk memupus cita-citanya dan berhenti sekolah, gedung sekolah yang dibiarkan dalam kondisi yang memprihatinkan selama bertahun-tahun tanpa ada perhatian dari pemerintah setempat,  tentang keserakahan oknum-oknum yang mengkorupsi dana pendidikan, dan masih banyak cerita sedih lainnya. Marah, sedih, geram, semua bercampur menjadi satu. Cerita suram ini harus diakhiri! Tapi bagaimana caranya? Menunggu menjadi kaya dulu kemudian mendirikan sekolah gratis? Ah terlalu lama! Siapa yang menjamin saya masih diberikan umur panjang oleh-Nya dan memiliki rizki yang berlimpah di masa yang akan datang? Read more »

Nostalgia Sandiwara

Posted in Opinion with tags , , on February 8, 2009 by lakso

Apakah anda masih ingat dengan nama-nama legendaris ini Brama Kumbara, Lasmini, Mantili, Arya Kamandanu, hingga Rakuti? Siapa mereka? Yap, ini nama-nama tokoh dari beberapa sandiwara radio jaman dulu. Ada apa dengan mereka?

saur-sepuh-11 Read more »

Karena Niat Baik Saja Belum Cukup …

Posted in Opinion with tags , , , on January 31, 2009 by lakso

Apakah anda punya cita-cita? Atau.. apakah Anda sedang / pernah berniat melakukan suatu kebaikan? Apakah Anda sudah berusaha untuk mewujudkannya? Sudah seberapa keras usaha Anda berjuang untuk mewujudkannya?

langkah-imil Read more »

Creativity Theory

Posted in Opinion with tags , , , on January 31, 2009 by lakso
*picture taken from sasthamcotta.wordpress.com

*picture taken from sasthamcotta.wordpress.com

Di tulisan saya sebelumnya, saya sudah menuliskan bahwa saya tidak ingin menjadi seorang deadliner. Nah.., sekarang masalahnya adalah bagaimana ketika kita sudah berniat baik untuk mencicil mengerjakan tugas-tugas atau pekerjaan-pekerjaan, bad-mood datang tanpa diundang. Atau mungkin kita kehabisan ide untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Well..jika kondisinya sudah seperti ini maka yang akan terjadi adalah progress pekerjaan hanya jalan di tempat, kemungkinan besar kita hanya akan menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia, dan buruknya lagi adalah pekerjaan-pekerjaan itu akhirnya akan tertimbun di waktu-waktu yang akan datang dan akan mengubah kita menjadi seorang deadliner..! Read more »

Deadliner ? Really, I don’t mean to be …

Posted in Opinion with tags , , on January 22, 2009 by lakso
*taken from www.nwce.gov.uk

*taken from www.nwce.gov.uk

Deadliner ? Tahu istilah ini kan? Jangan pernah mencoba mencari artinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), percayalah kalian tidak akan menemukannya karena kata ini merupakan kata dari bahasa Inggris. Deadliner menurut definisi saya adalah seseorang yang baru menyelesaikan pekerjaan atau tugasnya mendekati tenggat waktu (deadline) yang ditentukan entah itu dikarenakan kemalasan, kesengajaan, atau karena situasi yang tidak terduga sebelumnya (kondisi dadakan). Read more »

Tentang guru

Posted in Opinion, Share it with tags , , on November 29, 2008 by lakso

Tanggal 25 November lalu, di Indonesia diperingati hari guru. Siapakah orang yang menurut kalian pantas di sebut guru? Di mata saya, seorang guru tidaklah harus seseorang yang mengenyam pendidikan tinggi dengan gelar yang panjang menyertai nama dibelakangnya. Seorang guru menurut saya juga bukan hanya terbatas bagi orang-orang yang mengajar kita di ruang-ruang kelas atau kampus. Bagi orang jepang, seseorang disebut guru (先生-sensei) bila orang tersebut pernah mengajarkan sesuatu kepada kita. Saya sendiri lebih cenderung untuk mengambil definisi ‘guru’  seperti ini. Tentunya dengan pengertian guru seperti ini, sudah banyak guru yang pernah mengajari kita banyak hal hingga saat ini, baik itu dalam jalur pendidikan formal maupun non-formal, di ruang kuliah atau dalam kehidupan. Dari sekian banyak guru itu, ada beberapa guru yang menurut saya spesial. Spesial yang saya maksud di sini karena mereka mengajarkan hal-hal yang fundamental ataupun memberi inspirasi kepada saya.

Salah satu sosok guru yang hingga saat ini masih sering saya pikirkan adalah guru yang mengajarkan saya cara membaca Al-Quran. Saya tidak ingat dengan pasti sejak usia berapa saya mulai belajar mengaji (yang jelas saat saya masih di SD), yang saya ingat orang tua saya mendatangkan guru mengaji ke rumah untuk mengajari saya dan tiga orang kakak saya. Guru mengaji saya yang pertama bernama Pak Doni yang berasal dari Cirebon (saya ingat asal daerah beliau karena di barang-barang milik beliau, seperti payung atau buku, selalu ada tulisan ‘Doni – Cirebon’). Sebenarnya sebutan ‘Pak’ untuk Pak Doni kurang tepat karena beliau masih sangat muda saat mengajar kami. Pak Doni selalu berpenampilan rapi (penampilan default-nya berkemeja lengan panjang, mengenakan celana kain plus peci hitam), murah senyum, serta selalu datang tepat waktu. Dulu ketika waktu mengaji tiba, seringkali saya masih bermain diluar rumah atau masih asyik menonton kartun kesukaan atau acara TV favorit lainnya, sehingga ayah saya masih harus memanggil-manggil saya untuk segera bergegas berangkat mengaji.

ngaji Read more »