Orang Jepang itu …

Picture is taken from http://www.flickr.com/photos/ajpscs/300358440/
Manusia itu adalah mahluk yang unik dan selalu menarik untuk ditelisik. Maha Suci Allah yang menciptakan manusia dengan karakter yang beragam.
Bagaimana dengan orang Jepang? Sebenarnya sudah lama beberapa teman saya meminta saya untuk menulis tentang sifat dan karakter orang Jepang. Well, inilah saatnya saya menulis tentang hal ini. Waktu 14 bulan tinggal di Jepang hingga saat ini, saya rasa sudah cukup bagi saya untuk bisa memberikan penilaian objektif tentang sifat dan karakter orang Jepang.
Orang Jepang itu …
- Ramah dan sopan
- Ekspresif
- Menghargai usaha / proses
- Tumbuh sebagai satu komunitas
- Prosedural, well organized, tekun, dan teliti
Khas budaya negara timur, penduduknya biasanya sangat ramah dan bersahabat. Orang Jepang cenderung untuk selalu menyapa dan mengucapkan salam kepada orang yang ditemuinya, sekalipun itu orang asing yang belum mereka kenal.
Sama halnya dengan budaya Jawa dan berbeda dengan budaya barat, budaya Jepang memperhatikan penghormatan dan sikap sopan kepada orang yang memiliki status sosial lebih tinggi atau lebih tua. Bahasa Jepang juga memiliki kosa kata khusus yang digunakan untuk menunjukkan penghormatan atau yang lebih sopan seperti “krama inggil” dalam bahasa Jawa.
Mungkin inilah ciri yang paling mencolok dari orang Jepang. Kalau kalian pernah menonton dorama atau anime, atau membaca manga pasti sering menemui ciri ekspresif ini, bagaimana mereka menunjukkan rasa suka, sedih, terkejut dan lain-lainnya.
Saya belum pernah bertemu dengan orang yang seekspresif orang Jepang. Dan yang kadang membuat saya tidak habis pikir adalah bagaimana bisa sifat ekspresif ini menjadi ciri suatu komunitas? Apakah sifat ini sudah terdefinisikan di dalam DNA mereka? Sebelum bertemu dengan orang Jepang, saya berpikir bahwa sifat ekspresif yang meledak-ledak hanya dimiliki oleh orang-orang sanguinis saja.
Ciri ekspresif ini juga yang menjadikan orang Jepang adalah teman mengobrol yang asyik. Dengan sifat ekspresif ini mereka bisa berkomunikasi dengan empati. Tidak peduli seberapa sederhananya topik pembicaraannya, hal itu bisa terasa sangat menarik karena respon ekspresif yang diberikan oleh orang Jepang. Mungkin ini juga alasan mengapa di setiap program TVnya entah itu acara berita atau hiburan, melibatkan begitu banyak presenter.
Ini adalah salah satu karakter positif yang dimiliki oleh orang Jepang. Mereka tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi lebih berorientasi pada proses. Mereka sangat menghargai usaha dan kesungguhan seseorang. Sekalipun hasil yang dicapai oleh seseorang tidak sesuai dengan yang diharapkan, tetapi jika orang tersebut sudah berusaha dengan sangat keras, maka mereka akan mengapresiasi dengan baik orang tersebut. Sikap menghargai usaha ini juga tampak dari ekspresi mereka yang selalu bersemangat menyongsong setiap pekerjaan dan tantangan, karena mereka yakin dengan semangat dan kerja keras akan memberikan hasil yang baik. Yosh..ganbatte ne!
Orang Jepang cenderung maju dan berkembang sebagai satu komunitas daripada sebagai individu-individu yang terpisah. Kultur kebersamaan ini bisa terlihat jika kita sudah bergabung dengan komunitas tertentu, misalnya di laboratorium, unit kegiatan mahasiswa, atau perusahaan. Mereka membentuk program-program atau kegiatan yang dapat memacu kemajuan bersama. Contohnya training bersama, konsep senior yang mendampingi junior, kegiatan saling mengajar atau knowledge transfer untuk mendistribusikan kemampuan anggota yang lebih unggul kepada anggota lainnya. Selain itu ketika mereka sudah bergabung dalam komunitas tertentu, maka mereka lebih dikenal identitas komunitasnya daripada identitas individunya. Kombinasi antara kebanggaan akan komunitasnya dan usaha-usaha untuk memajukan komunitasnya inilah yang menjadikan masyarakat Jepang tumbuh dalam komunitas-komunitas yang kuat dan progresif.
Menurut saya sifat-sifat ini turunan dari karakter yang menghargai usaha. Untuk meraih hasil yang memuaskan, di dalam bekerja orang Jepang sangat memperhatikan urutan langkah-langkahnya. Jika mereka diberikan petunjuk untuk menyelesaikan pekerjaan atau menggunakan suatu alat, maka mereka akan dengan teliti membaca petunjuknya dari awal hingga akhir tanpa ada yang terlewat lalu benar-benar mengerjakan sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Sangat prosedural. Jangan heran ketika melihat seorang masinis kereta yang sudah bekerja puluhan tahun, ketika menjalankan tugasnya dia masih dengan semangat menunjuk-nunjuk panel-panel kontrol sambil berbicara pada dirinya sendiri, itu semata-mata dilakukan untuk memastikan dia tidak salah dalam melakukan tugasnya. Meski mereka telah sering menjalani rutinitas itu, ketekunan dan ketelitiannya tidak berkurang. Orang Jepang memang sangat cocok untuk jenis pekerjaan yang berupa rutinitas dan membutuhkan ketelitian.
Hal ini juga yang berlaku dalam hal mematuhi aturan lalu lintas atau peraturan lainnya. Tidak peduli kondisi di lapangan seperti apa atau apakah ada peluang untuk melanggar, mereka akan tetap mematuhi peraturan. Kalau kalian coba bertanya kepada mereka kenapa mereka selalu taat kepada setiap aturan, maka jawabannya akan sederhana karena itu adalah aturan, titik.
June 10, 2009 at 6:40 am
untuk paragraf terakhir, kata pak eko juga alasan orang jepang taat aturan adalah karena mereka ga ingin terganggu/direpotkan maka juga ga ingin mengganggu/merepotkan orang lain, dan mereka yakin caranya adalah dengan taat aturan.
June 10, 2009 at 7:18 am
….benar-benar mengerjakan sesuai dengan petunjuk yang diberikan…
teringat barang2 elektronik di rumah yg buku manualnya masih kinyis2, sementara alatnya udah di utek2 gak keruan…
June 11, 2009 at 2:23 am
secara daku japanese minded bgt, tp point 4 dan point 5 yang masih susah saya tiruuu..
lupa-lupa terus.. nyahahaha
June 11, 2009 at 5:51 am
Ga beda sama orang jawa kok
June 15, 2009 at 7:14 am
orang jepang ontime bgt..he2..
June 30, 2009 at 7:27 am
itu semua yg positifnya aja, kan?
kalo yg negatifnya apa? hihihi… apa sulit dicari ya?
July 8, 2009 at 4:04 am
Soal disiplin kerja dan mentaati aturan serta waktu, org Jepang emang nomor wahid, deh. Tapi jangan salah jg, Mas. Org Indonesia jg gak kalah ramahnya dgn orang Jpg. Dan kyknya g cm orang Jawa yg pny ‘kromo inggil’, di Sunda dikenal istilah ‘undak usuk basa’. Aturan bhs yg diberlakukan thdp strata usia. Dan sy rasa semua suku apapun di Indonesia memilikinya, beserta keramahan dan adat istiadatnya. Makasih sdh berbagi, Mas. Jd tau byk soal karakter org Jepang. Sukses y, Mas! Salam.
July 23, 2009 at 3:31 am
wah, kok bagus2 semua sifatnya so?
hehehehe
dua sisi dong dbahasnya
October 27, 2009 at 12:15 am
terimakasih gambaran orang jepang, mungkin akan lebih kaya jika dipaparkan juga bagaimana mereka melakukan dalam kehidupan sehari-hari dan praktis. mungkin dengan komparasi jawa dan jepang. salam