Kembali

Posted in Opinion on October 31, 2009 by lakso

Blog ini tampak kusam. Sudah sekian lama saya belum menulis lagi, tepatnya sudah 2 bulan 16 hari saya absen menulis. Apakah saya sudah bosan menulis? Tidak, saya masih suka menulis dan ingin terus menulis. Lalu kenapa tidak membuat tulisan baru? Apakah karena sibuk? Bisa saja saya menggunakan alibi ini, tapi saya rasa bukan kesibukan saya yang menjadi penyebabnya. Tapi lebih dikarenakan mood menulis saya yang fluktuatif. Hingga saat ini sebenarnya ada 10 draft yang tersimpan di blog saya belum sempat untuk diselesaikan. Dan ketika saya menunda untuk menyelesaikan sebuah tulisan, maka susah untuk mendapatkan feel yang sama ketika pertama kali saya memutuskan untuk membuat tulisan itu.

Saya benar-benar kangen menulis di blog ini. Saya ingin segera menuangkan ide-ide, cerita, dan rasa saya dalam tulisan. Saya akan segera kembali, tunggu saja …

Tanpa Judul (1)

Posted in Uncategorized on August 14, 2009 by lakso

Pagi ini salah seorang teman saya minta tolong kepada saya untuk mencarikan informasi tentang beasiswa program master teknik elektro di ITB  bagi mahasiswa asing, karena salah satu teman asingnya yang berasal dari Brazil tertarik untuk melanjutkan sekolah S2 di ITB. Hmm..awalnya saya sempat heran, mengapa seorang dari Brazil tertarik untuk jauh-jauh melanjutkan studinya di Indonesia. Bukan bermaksud untuk merendahkan kualitas ITB, tapi menurut saya orang Brazil ini tentunya akan lebih mudah menemukan perguruan tinggi dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik di Amerika Serikat yang lokasinya lebih dekat dari Brazil. Tapi ternyata alasannya tidak sesederhana yang saya bayangkan sebelumnya.

Teman saya menjelaskan bahwa ternyata teman Brazilnya ini sangat menyukai orang-orang Indonesia. Tidak hanya tertarik untuk melanjutkan studi di Indonesia, teman Brazilnya ini juga berniat untuk pindah kewarganegaraan. Wow..! Keterkejutan saya tidak berhenti di sini, teman saya bercerita lebih jauh lagi kalau teman Brazilnya ini juga sangat tertarik dengan Islam dan berniat untuk berpindah agama, sebagai bentuk keseriusannya mulai bulan Ramadhan ini teman Brazilnya akan berlatih menjalankan ibadah puasa. … subhanallah…

Cerita lainnya datang dari salah seorang kenalan saya di Jepang. Namanya Shibata Kazuki, seorang pria tua berusia lebih dari 60 tahun, pemilik sebuah perusahaan konstruksi di Iizuka, kota tempat saya tinggal. Saya bertemu dengan Pak Shibata pertama kali di sebuah festival di Iizuka. Saat itu saya sedang membantu berjualan molen di stand Indonesia dan Pak Shibata adalah salah satu pembelinya. Seusai membeli pisang molen saya sempat mengobrol dengan Pak Shibata. Dari hasil obrolan ini saya tahu bahwa sekitar 30 tahun lalu Pak Shibata mempunya seorang sahabat karib asal Indonesia yang sudah ia anggap seperti keluarga sendiri. Namun sayangnya sejak kematian sahabatnya itu, ia kehilangan kontak dengan keluarga sahabatnya. Singkat cerita, sejak pertemuan itu saya menjadi berteman dengan Pak Shibata dan beberapa kali berkunjung ke rumahnya atau pergi keluar bersama-sama.

Suatu kali, dalam perjalanan pulang dari kegiatan menjadi relawan di sebuah sekolah dasar di Iizuka, Pak Shibata bercerita kepada saya tentang kenangannya saat menginap di rumah sahabatnya di Padang, Sumatera Barat. Salah satu yang ia ingat adalah tentang adzan. Ia suka mendengarkan suara adzan dan merasa tenang tiap kali mendengarnya, meski belum mengerti artinya. Saya tertegun dan dalam hati hanya bisa berdoa semoga Pak Shibata mendapatkan hidayah di usianya yang telah senja. Ke depannya saya jadi bertekad untuk lebih mengenalkan Islam kepada Pak Shibata.

Pak Shibata ketika mengenakan baju batik hadiah dari saya. Beliau senang sekali mendapat hadiah baju batik

Pak Shibata ketika mengenakan baju batik. Beliau senang sekali mendapat hadiah baju batik

Masih banyak cerita-cerita dan momen-momen khusus tentang teman-teman Jepang saya yang bertopik Indonesia dan Islam. Senang dan terharu rasanya setiap kali saya bertemu dengan orang asing yang suka dengan Indonesia, atau bahkan tertarik dengan Islam. Semakin bersyukur karena diri ini mendapat nikmat iman dan Islam. Terima kasih Ya Allah ..

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Q.S. Al-Hujuraat : 13).

Orang Jepang itu …

Posted in Opinion with tags , , on June 10, 2009 by lakso
Picture is taken from http://www.flickr.com/photos/ajpscs/300358440/

Picture is taken from http://www.flickr.com/photos/ajpscs/300358440/

Manusia itu adalah mahluk yang unik dan selalu menarik untuk ditelisik. Maha Suci Allah yang menciptakan manusia dengan karakter yang beragam.

Bagaimana dengan orang Jepang? Sebenarnya sudah lama beberapa teman saya  meminta saya untuk menulis tentang sifat dan karakter orang Jepang. Well, inilah saatnya saya menulis tentang hal ini. Waktu 14 bulan tinggal di Jepang hingga saat ini, saya rasa sudah cukup bagi saya untuk bisa memberikan penilaian objektif tentang sifat dan karakter orang Jepang.

Orang Jepang itu … Read more »

Do’a dari Ibunda

Posted in Share it with tags on May 30, 2009 by lakso
Picture taken from here http://www.flickr.com/photos/studio280b/847295060/

Picture taken from here http://www.flickr.com/photos/studio280b/847295060/

Setiap seminggu sekali atau dua minggu sekali biasanya saya menelpon ibu dan kakak-kakak saya di Indonesia. Lewat menelpon atau mengirim email kepada mereka inilah ikhtiar untuk menjaga silaturahim yang dapat saya lakukan ketika saya berada di perantauan. Biasanya saya menelpon Ibu terlebih dahulu sebelum menelpon kakak-kakak saya. Ketika menelpon Ibu, saya merasakan ada perubahan dalam diri beliau semenjak beliau memutuskan untuk mengenakan jilbab tahun lalu dan kembali belajar mengaji Al-Qur’an.

Seusai membuka dengan salam, Ibu selalu mendahului menanyakan kabar saya. Dan ketika saya selesai mengabarkan kondisi saya, tanpa saya tanya atau minta lebih dahulu, Ibu akan melaporkan perkembangan pelajaran mengajinya dengan semangat. Contohnya malam ini, Ibu memberikan laporan bahwa beliau sudah mengaji sampai pertengahan juz 20 dan beliau menargetkan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an sebelum bulan Ramadhan tiba. Beliau ingin saat bulan Ramadhan tahun ini tiba, beliau bisa memulai pelajaran baru yaitu mengkaji tafsir Al-Qur’an. Ah..bahagia sekali menyaksikan semangat Ibu yang menggebu-gebu dalam belajar Al-Qur’an. Perubahan juga saya rasakan dari pola pikir dan sikap beliau dalam menghadapi permasalahan. Kalau saya bandingkan dengan kondisi sebelum mengaji, kini beliau lebih tenang dan tawakal dalam menghadapi setiap permasalahan. Alhamdulillah…

Di akhir percakapan saya dengan Ibu, juga tampak perubahan. Kini beliau selalu menutup dengan serangkaian harapan dan doa yang ditujukan untuk saya. Hhh..ini yang kadang membuat saya merasa senang dan bersalah. Senang karena didoakan oleh orang tua, tentu kita masih ingat ridho Allah ada pada ridho orang tua. Merasa bersalah jika selama ini saya kurang giat dalam berikhtiar, saya merasa seakan-akan mengingkari doanya. Tapi hal ini juga yang akan melecut saya untuk berusaha lebih baik.

Terima kasih Ya Allah..Engkau telah melembutkan hati Ibuku. Limpahkanlah rahmat dan hidayah-Mu untuk diri ini sekeluarga.

Selamatkan Sholat Shubuh Kami

Posted in Share it with tags , on March 17, 2009 by lakso

sholat_jamaah_pakarfisika

Seperti yang pernah saya sampaikan di tulisan saya sebelumnya, salah satu kekhawatiran terbesar saya sebelum berangkat ke Jepang adalah  khawatir akan kehilangan kebiasaan shalat berjamaah di masjid. Saya pikir, bagi setiap muslim yang pergi merantau ke negeri yang mayoritas penduduknya non-muslim,  seharusnya mengalami kekhawatiran yang sama, at least khawatir tentang susahnya melaksanakan ibadah sholat 5 waktu. Kekhawatiran yang saya maksud di sini dapat dikarenakan reaksi lingkungan yang masih menganggap asing terhadap ibadah wajib setiap muslim ini, keluangan waktu untuk menunaikan ibadah ini, atau karena minimnya (bahkan mungkin tidak ada) masjid. Read more »

Untuk Adik-Adik Kami di Batam

Posted in Opinion with tags , , on March 14, 2009 by lakso

Assalamu’alaykum Wr Wb

Untuk adik-adikku di Batam …

Tahukah engkau ?
Hati ini menangis ketika mendengar adik-adik kami dipaksa oleh nasib untuk mengubur mimpi-mimpinya.
Tahukah engkau ?
Hati ini marah ketika sosok-sosok angkuh mengabaikan masa depan adik-adik kami.
Tahukah engkau ?
Hati ini geram ketika diri ini tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong adik-adik kami.
Kami tidak bisa tinggal diam!
Kami tidak bisa berpangku tangan!

Untuk adik-adikku di Batam …
Kalian tidak pernah sendiri …
Dan kalian tidak akan pernah terabaikan.
Meski kita terpisah begitu jauh dan belum pernah bersua,
Kami akan selalu memperhatikan kalian
Berusaha dengan segala daya yang kami punya
Untuk membantu kalian menyambung asa.

Untuk adik-adikku di Batam …
Terima kasih telah mengajari kami banyak hal.
Mengajari kami untuk bersyukur dengan setiap kondisi yang kami miliki saat ini.
Mengajari kami untuk senantiasa berbagi dengan yang lain.
Mengajari kami untuk terus berjuang menghadapi tantangan meski dalam keterbatasan.

Untuk adik-adikku di Batam …
Sungguh ingin diri ini melihat kalian
Tersenyum dan bangkit kembali untuk mengejar cita
Sungguh ingin diri ini merasakan
Semangat dan tekad kalian untuk mewujudkan harapan

….
….

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Salam hangat untuk adik-adikku,
Dari diri yang merindu untuk bertemu kalian

Iizuka, 13 Maret 2009  23.28

Lakso

Together We Make a Change !

Posted in Opinion with tags , , , on March 8, 2009 by lakso

logo-baru

Bersyukurlah jika hingga saat ini kita masih bisa dengan bebas menentukan pilihan masa depan kita.

Bersyukurlah jika hingga saat ini kita masih atau telah mengenyam pendidikan yang tinggi.

Akhir pekan ini sangat menyenangkan. Setelah tertunda selama seminggu, akhirnya essay yang dibuat oleh siswa-siswi SMAN 7 Batam saya terima. Yap, essay yang mereka buat sebagai bagian dari proses seleksi Beasiswa EL’03. Apa itu Beasiswa EL’03 ? Baiklah, saya akan berbagi dengan kalian tentang awal mulanya program Beasiswa EL’03.

Sudah terlalu sering saya membaca atau mendengar cerita sedih tentang pendidkan di Indonesia. Mulai cerita anak-anak Indonesia yang dipaksa oleh keadaan untuk memupus cita-citanya dan berhenti sekolah, gedung sekolah yang dibiarkan dalam kondisi yang memprihatinkan selama bertahun-tahun tanpa ada perhatian dari pemerintah setempat,  tentang keserakahan oknum-oknum yang mengkorupsi dana pendidikan, dan masih banyak cerita sedih lainnya. Marah, sedih, geram, semua bercampur menjadi satu. Cerita suram ini harus diakhiri! Tapi bagaimana caranya? Menunggu menjadi kaya dulu kemudian mendirikan sekolah gratis? Ah terlalu lama! Siapa yang menjamin saya masih diberikan umur panjang oleh-Nya dan memiliki rizki yang berlimpah di masa yang akan datang? Read more »

Sensei’s Quotes

Posted in Share it on February 28, 2009 by lakso

sensei

Ok, berikut ini beberapa quote dari sensei saya, Read more »

Nostalgia Sandiwara

Posted in Opinion with tags , , on February 8, 2009 by lakso

Apakah anda masih ingat dengan nama-nama legendaris ini Brama Kumbara, Lasmini, Mantili, Arya Kamandanu, hingga Rakuti? Siapa mereka? Yap, ini nama-nama tokoh dari beberapa sandiwara radio jaman dulu. Ada apa dengan mereka?

saur-sepuh-11 Read more »

Karena Niat Baik Saja Belum Cukup …

Posted in Opinion with tags , , , on January 31, 2009 by lakso

Apakah anda punya cita-cita? Atau.. apakah Anda sedang / pernah berniat melakukan suatu kebaikan? Apakah Anda sudah berusaha untuk mewujudkannya? Sudah seberapa keras usaha Anda berjuang untuk mewujudkannya?

langkah-imil Read more »